Ingat Lokasi

Alhamdulillah Saya mempunyai kemampuan untuk mengingat lokasi secara detail dan jalan, walaupun saya hanya satu kali ke situ, dan biasanya memori itu bisa bertahan hingga beberapa tahun saja, selama lokasi itu belum mengalami perubahan yang signifikan.

Contohnya saya sering diajak sama temen-temen untuk pergi belanja di Tanah Abang,Thamrin City atau Asemka untuk memberitahukan lokasi toko tempat kami belanja sebelumnya, karena Kebetulan saya ingat dan saya bisa menjadi penunjuk jalan.

Jangan kagum dulu, untuk mendapatkan ingatan tersebut saya harus melalui proses salah Jalan, salah lokasi, salah naik angkot, salah pintu, salah kamar. EH!

Ketika saya pergi sendiri tanpa pendamping, maka kemungkinan gagal lebih banyak daripada saya pergi bersama teman atau keluarga.

Pengalaman jalan bersama teman pun terkadang juga masih bisa nyasar, karena berdua punya pendapat dan informasi yang berbeda, dan kalau sudah begitu kita sama-sama ngotot lewat kiri, dan lewat kanan.
Kejadian ini saya alami waktu saya backpack bersama Dini di Beijing.

Tapi pengalaman itu berharga Ketika saya kembali ke Beijing bersama rombongan lain. Saya yang mempunyai kelebihan mengingat jalan, lebih aware dan terbiasa untuk jalan kesana-kemari di Beijing, tanpa takut nyasar!

Waktu saya jalan ke Kuala Lumpur bulan Maret 2019, Saya mempunyai banyak kegagalan, seperti saya salah naik bis, salah berhenti stasiun kereta, Salah Antri masuk (ini parah).

Wkkwkwkw

dan semua pengalaman itu bisa menjadi bekal saya untuk jalan ke Kuala Lumpur, yang kedua kali bersama Revi di bulan Oktober 2019.

Saya membanggakan diri,
“Kalau kamu nggak sama bunda, pasti kamu bisa tersesat, karena Bunda udah tahu di sini letaknya di sana masuknya, di sini beli makannya, en bla bla bla… “

Tapi itulah letak salah saya, menyombongkan diri, walaupun kepada anak sendiri. Waktu saya mau pulang ke Jakarta, saya hanya mau naik Bis ke Airport, karena kalau naik bis, jelas lebih irit. Sedangkan naik kereta ekspress dari KL Sentral seharga 55 RM, kurang lebih Rp 175.000 per orang. Saya dan Revi sudah berangkat dari hotel jam 12, padahal hotel ada di seberang NU Sentral, tapi kami cari-cari terminal bisnya gak ketemu, tanya sama penjaga mall, seperti security, mereka mengarahkan kami ke KL Sentral, padahal terminal bisnya ada di bawah mall Nu Sentral loh!

Sampai bolak-balik jalan, dari ujung ke ujung mall, naik turun lift dan ekskalator, kami gak temukan. Revi sudah mulai marah, karena kecapean. Aku juga udah mau nangis aja, kaki sudah sakit, dan hati juga sakit, karena Revi membentak Bunda. Akhirnya Bunda putuskan, ya udah kita naik KLIA Ekspress, nanti mungkin bisa bayar pakai kartu kredit.

Revi akhirnya melunak, mungkin lihat Bundanya mau nangis, dan desperate, akhirnya dia berusaha mengingat lokasi terminal bis yang ada di bawah Mall Nu Sentral. Sesungguhnya kami berdua pernah kesitu, pada saat pertama kali sampai di KL Sentral. Dan di hari pertama, kami tidak terlalu mengingat lokasinya. Kami ingat-ingat lagi yang terjadi pada saat sampai di KL Sentral, kami naik lift, dan keluar di tengah mall, terus bunda langsung pengen lihat-lihat kounter sepatu BATA yang ada di mall itu.

Kami berdua mencari kounter sepatu BATA, sekarang pun saya lupa, liftnya sebetulnya ada di lantai berapa yah, apakah betul 1 lantai dengan kounter sepatu BATA. Karena waktu itu kamu coba masuki, setiap pintu mengarah ke lift barang. Entah berapa pintu kami lalui!

Lift barang yang ada di tengah mall, pintunya tersembunyi, di belakang toko-toko, dan waktu kami menemukan liftnya, rasanya senang sekali.

Begitu lift terbuka, langsung terlihat area parkir dengan banyak bis yang parkir. Di sebelahnya ada kounter untuk membeli tiket. Tiket seharga 15RM menuju KLIA.

Duduk nyaman di mobil, dalam perjalanan kami makan siang, makannya 1 nasi berdua Hahaha…

Begitulah cerita nyasar saya, sayangnya saya gak sempet foto lift dan terminal bisnya sih. keburu stress dan seneng!

Solo Travel di Kota Sendiri

Solo travel,


bukan saja jalan-jalan ke luar negeri, atau keluar kota, pemahaman bagi saya, Solo travel itu bisa juga jalan-jalan di kota sendiri. Karena seringnya saya jalan-jalan sendiri, tanpa didampingi oleh keluarga atau teman, saya menganggap semua perjalanan saya itu Solo travel.

Ya iyalah!

orang naik sendiri ,turun sendiri ,naik ojek sendiri, masa naik ojek yang berdua?
cabe-cabean dong

Saya punya keunikan, suka menjelajah, suka jalan-jalan walaupun saya sendirian, karena anak saya, Revi, tidak mau diajak jalan-jalan.

Saya jalan-jalan dalam rangka mencari konten untuk youtube channel saya atau memang saya lagi iseng.

Menurut saya tidak perlu tergantung dengan orang lain Kalau anda ingin mendapatkan kesenangan dari jalan-jalan.


Walaupun sendiri Kita bisa kok happy, karena yang membuat bahagia itu adalah diri sendiri.

Cuman ya itu kalau jalan-jalan sendiri, resikonya nggak ada yang motoin.
Hahahahha

Sebelum Mulai Solo Travel

Pengalaman waktu jalan di Kuala Lumpur Solo traveling jadi memang sebelum kita jalan kita harus melakukan beberapa hal berikut ini ini untuk meminimalisir resiko yang akan terjadi

Setelah anda menentukan destinasi negara yang akan dituju kita harus melakukan hal-hal berikut ini

membuat riset mengenai lokasi yang akan dituju caranya bisa dengan membaca buku atau blog walking. Riset juga bisa dilakukan dengan bertanya pada orang yang pernah ke tempat itu.
Kalau saya waktu ke Kuala Lumpur, Saya tidak banyak bertanya. Saya hanya baca dari blog traveller asal Indonesia

Sedangkan kalau perjalanan agak lebih jauh, seperti rencana ke India, maka saya melakukan riset dengan cara bertanya kepada orang yang sudah pernah melakukan travelling ke sana. Ada beberapa orang yang menjadi narasumber saya bukan hanya satu orang tertentu.

Hal-hal yang harus di riset adalah sebagai berikut

1. Rancangan perjalanan atau lokasi yang akan dituju biasanya lokasi wisata kita harus tahu tempat wisata apa saja, jam buka, harga tiket, dan bagaimana kita bisa mencapai lokasi tersebut.

2. Kita harus mencari tahu mengenai transportasi selama berada di sana.

3. Pahami keunikan dari daerah tersebut bisa dibaca dari cerita-cerita yang ada di internet.

4. Cari tahu mengenai kuliner di sana.

5. Kalau yang ini sangat penting bagi saya, yaitu cari kenalan local guides yang ada di daerah itu, sehingga bisa punya referensi atau sempatkan diri bertemu dengan mereka, Siapa tahu anda beruntung diantar mereka jalan-jalan.

Solo travelling itu mudah, asalkan persiapan matang. Berani kan jalan-jalan sendiri? Berani lah!