Well-Educated People: My Precious Clients

Hohoho! Halo pembaca setia!

Tidak terasa, sudah 6 tahun lebih website ini berjalan dan konsisten membahas berbagai solusi perencanaan keuangan keluarga serta produk-produk asuransi Manulife. Respons yang masuk luar biasa! Dilihat dari banyaknya email dan pesan yang bertanya seputar perlindungan asuransi, rasanya e-marketing strategy yang saya terapkan di sini benar-benar mencapai tujuannya.

Dari sekian banyak pertanyaan yang masuk lewat email dan pesan singkat, sebagian besar memang menanyakan tentang produk asuransi, sementara sebagian lainnya menanyakan tentang produk Reksadana.

Nah, sebelum kita melangkah lebih jauh, ada satu hal penting yang ingin saya tegaskan kembali:

Saya adalah agen asuransi berlisensi/bersertifikat. Saya bukan agen penjual Reksadana berlisensi, dan saya bukan Financial Planner bersertifikasi. Sudah pasti saya menjual produk asuransi dari Manulife Financial, tetapi saya tidak menjual produk Reksadana Manulife Indonesia.

Kadang-kadang ada pembaca yang sedikit salah paham setelah membaca ulasan solusi keuangan di website ini, di mana saya memang sering menyarankan pembaca untuk memiliki Reksadana sebagai instrumen investasi.

Siapakah Well-Educated People Itu?

Saya menyadari bahwa website ini sering ditemukan oleh orang-orang yang sudah memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya asuransi, serta telah mempelajari atau mendengar tentang perencanaan keuangan yang optimal dari tempat lain. Orang-orang ini biasanya sudah tahu persis jenis asuransi apa yang mereka butuhkan.

Saya dan tim menyebut mereka sebagai WELL-EDUCATED PEOPLE.

Istilah well-educated di sini bukan berarti mereka harus berpendidikan akademis tinggi atau serba tahu dalam segala hal. Gelar ini kami sematkan karena:

  • Pemahaman dan kesadaran finansial mereka sudah terpacu dari dalam diri sendiri.
  • Mereka paham betul pentingnya perencanaan keuangan keluarga yang tertata.
  • Mereka sadar bahwa asuransi adalah pondasi utama dalam mewujudkan tujuan finansial keluarga.

Jadi, well-educated di sini khusus dalam lingkup perencanaan keuangan keluarga, ya!

Peran Para Independent Financial Planner

Kalau diperhatikan, well-educated people ini perlahan tapi pasti terbentuk berkat edukasi tanpa henti dari para Independent Financial Planner hebat di Indonesia—seperti Ligwina Hananto, Fredy Pieloor, Aidil Akbar, Safir Senduk, Ahmad Gozali, dan lainnya. Mereka adalah para Financial Planner bersertifikat yang berbicara berdasarkan riset dan data yang kuat.

Yang paling saya favoritkan? Sudah pasti Mbak Ligwina! Maklum ya, sesama ibu-ibu rasanya lebih down to earth dan relatable banget. Buku-buku yang ditulisnya betul-betul mengena dan membakar semangat bahwa membangun Indonesia yang lebih baik itu dimulai dari merapikan keuangan diri sendiri. Hidup Middle-Class!

Saya sangat mengapresiasi gerakan edukasi massa yang mereka lakukan. Salah satu pesan utama yang paling sering mereka serukan adalah:

PISAHKAN ASURANSI DAN INVESTASI.

Huaaaaa! Saya senang sekali dengan seruan kampanye ini. Kenapa? Karena tugas saya menjadi jauh lebih ringan! Saya tidak perlu lagi bersusah payah meyakinkan calon klien mengenai dasar-dasar pentingnya asuransi murni.

Asuransi sebagai Bagian dari Rencana Besar Keluarga

Banyak orang saat ini mulai sadar asuransi, tetapi sering kali baru sebatas “untuk jaga-jaga”. Padahal, asuransi seharusnya dipandang sebagai pelindung dari rencana besar keluarga Anda.

Setiap keluarga pasti punya impian besar. Impian yang paling sederhana, paling umum, dan wajib terwujud biasanya adalah:

  • Memberikan pendidikan terbaik bagi buah hati tercinta.

Untuk mencapai tujuan tersebut, rencana finansial harus disusun sedini mungkin—bahkan sejak anak belum lahir. Rencana besar itulah yang harus dilindungi dengan Uang Pertanggungan (UP) asuransi yang cukup.

Momen “Tersentil” dari Klien Muda

Bayangkan deh, masa saya yang Agen Asuransi ini malah banyak belajar dari klien-klien saya sendiri? Tapi jujur, saya harus cerita ini kepada Anda, apalagi kalau Anda sudah berumur 35 tahun ke atas tetapi belum punya asuransi jiwa murni atau Reksadana… OMG!

Saya sendiri baru benar-benar menyadari pentingnya perencanaan keuangan yang baik sejak bergabung menjadi agen di Manulife sekitar 17 tahun yang lalu. Pada saat itulah saya baru mulai membuka rekening Reksadana pertama saya.

Menariknya, pembuka wawasan saya justru banyak datang dari klien-klien muda berusia 23–30 tahun. Rentang umur yang membuat saya sering tertekan sambil mengingat-ingat: dulu waktu umur segitu, saya lagi ngapain ya?

JIAAAAHHH! (teriak histeris)

Dulu di usia segitu, saya malah sibuk mengumpulkan uang untuk beli laptop baru, gonta-ganti handphone terbaru, dan memenuhi gaya hidup yang tidak ada habisnya. Dulu belum ada yang menyadarkan saya betapa pentingnya menabung dan betapa tidak pentingnya menuruti lifestyle semata.

Ketika bertemu dengan klien-klien yang well-educated ini, mereka berbagi cerita tentang bagaimana mereka berinvestasi di tempat yang tepat dan mengapa mereka secara spesifik memilih ASURANSI JIWA MURNI (Term Life). Pengalaman itu benar-benar membuka mata dan wawasan saya.

Pilihan Terbaik untuk Perlindungan Murni

Teman-teman sejawat saya di Manulife sering bertanya mengapa saya banyak menjual produk term life seperti ProActive Plus. (Sebagai catatan, sekarang pilihan asuransi term life di Manulife juga sudah tersedia dalam versi Syariah).

Kembali ke sebutan WELL-EDUCATED, para pembaca yang datang ke website ini dan memutuskan untuk langsung menghubungi saya biasanya adalah mereka yang mantap memilih:

  • ProActive Plus
  • MyLife Plan A
  • Flexi Amanah

Huaaa… Ini adalah bentuk apresiasi dan pujian tertinggi bagi Anda yang telah menjadi klien saya! Anda adalah well-educated people yang mendorong saya dan tim untuk terus berkembang, membuat keuangan pribadi keluarga saya lebih terencana, dan memberi saya semangat untuk terus membantu middle-class Indonesia mencapai tujuan finansialnya.

Yuk, Amankan Tujuan Finansial Anda!

Jika Anda membaca artikel ini sampai selesai, saya yakin Anda adalah bagian dari well-educated people tersebut. Anda sudah paham bedanya fungsi perlindungan dan investasi.

Jadi, Anda tentu tidak akan meminta saya mempresentasikan produk Reksadana Manulife, melainkan akan langsung menanyakan berapa premi asuransi jiwa term life yang sesuai dengan kebutuhan Anda, lalu mendaftar bersama saya dan tim.

(Namun, jika Anda belum mendaftar asuransi dan ingin berdiskusi khusus mengenai Reksadana Manulife, Anda dapat berdiskusi langsung dengan rekan-rekan agen dari Manulife Aset Manajemen Indonesia).

Ditunggu ya, Kakak-Kakak Well Educated! Anda bisa langsung berdiskusi atau berkonsultasi bersama saya melalui:

  • Email: devidimitra@gmail.com
  • WhatsApp / Social Media: @devi.dimitra
Tags: