Aku hubungin kamu untuk menawarkan solusi keuangan, dan kalian bisa diskusi dengan saya mana yang terbaik sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Anda punya income dan tabungan, tapi Anda harus menyisihkan budget untuk proteksi.
Kalau dirasa tidak butuh dan tidak mampu atau tidak sesuai budget, ya gapapa.
Btw, jangan nunggu aku hubungi Anda, kalau mau diskusi oke aja, cuss langsung email devidimitra@gmail.com atau lewat whatsapp @devi.dimitra
Buat kalian yang lagi ngerencanakan escape singkat ke India Selatan, Mahabalipuram (atau Mamallapuram) yang ada di pinggir pantai wajib banget masuk bucket list. Jujur, kota ini tuh tipikal stopover atau tempat persinggahan sementara yang compact banget, tapi spot bersejarahnya numpuk di mana-mana!
Idealnya sih ke sini ditemani local guide biar dapet full lore dan cerita sejarahnya secara utuh. Tapi, kalau kalian tipe solo traveler independen yang nekat jalan sendiri (kayak aku!), tenang aja. Ini dia itinerary maraton seharian keliling Mahabalipuram yang dijamin tetep estetik dan anti-zonk!
π Morning Spot: Warm-up Sejarah & Spot Favorit!
1. Five Raths (Pancha Rathas)Spot pertama buat pemanasan! Kompleks candi batu tunggal ini arsitekturnya unik banget karena dipahat langsung dari satu batu besar.
2. Shore TempleCandi ikonik yang lokasinya persis di pinggir pantai. Angin lautnya dapet, vibes mewahnya juga dapet!
3. Krishna MandapaGeser dikit ke relief dinding batu yang detailnya bikin melongo.
4. Relics Ramayana (My Favorite! β)Nah, di spot ini aku nemuin ukiran relief tentang epic Ramayana. Asli, ini highlight dan spot favoritku seharian ini! Bagus banget dan detail-nya juara.
β Midday Break: Melawan Teriknya India
5. Istirahat & Leyeh-leyeh di HotelReal talk: Panasnya Mahabalipuram tuh nggak santai! Saking gerahnya, pas siang bolong aku memutuskan buat balik ke hotel dulu. Beneran cuma tidur dan leyeh-leyeh di kamar ber-AC buat recharge energi. Self-care is priority, guys! π΄β‘
πΈ Afternoon Rush: Golden Hour & View Masterpiece
6. Mahabalipuram Old Lighthouse MuseumSore mulai adem, lanjut edukasi tipis-tipis di museum mercusuar tua.
7. Heritage MuseumCuci mata lagi nambah wawasan seputar artefak lokal.
8. Naik ke Atas Light House (Wajib Banget!)This experience is super AMAZING! Walaupun kudu bayar tiket masuk lagi buat naik ke atas mercusuar, tapi nggak bakal rugi! Dari puncaknya, kamu bisa nemuin 360-degree view kota Mahabalipuram, lanskap goa-goa, sampai pahatan batu kuno dari ketinggian. Chef’s kiss! π€
9. RayagopuramSitus gerbang candi raksasa yang belum selesai dibangun, tapi tetep kelihatan megah dan feed-worthy.
10. Ganesha RathaCandi batu tunggal lainnya yang didedikasikan untuk Dewa Ganesha.
π Last Energy: Bantai Sampai Spot Terakhir!
11. Krishnaβs Butter BallPas sampai di batu raksasa ajaib yang defying gravity ini, tenagaku jujur udah nyaris habis! Tapi ya kali udah sampai sini nggak mengabadikan momen? “Kapan lagi ke Mahabalipuram!” batinku. Langsung pasang pose, jepret foto, dan rekaman video sebanyak-banyaknya! πΈπΉ
12. Trimurti Cave TempleEksplorasi goa pahat kuno yang didedikasikan buat tiga dewa utama.
13. Sthalasayana Perumal TempleSpot ke-13 alias yang terakhir! Cuma sempat foto-foto dari area luar candi, terus langsung meluncur balik ke hotel buat selonjoran. Mission accomplished! π₯³
π‘ Survival Tips: Biar Nggak Mati Gaya!
Kuncinya: Cukup 1 Hari Aja!
Mahabalipuram itu kotanya relatif kecil. Kalau kamu stay berhari-hari di sini, dijamin bakal mati gaya karena bingung mau ke mana lagi.
Pro Tip: Maksimalkan semua spot di atas dalam 1 hari saja. Kalau aku pribadi, nginep cukup 2 malam. Keesokan harinya setelah maraton tempat wisata, langsung cuan-ngacir ke Chennai yang jaraknya cuma sekitar 30 menitan aja. Effortless & efficient!
Gimana, tertarik buat uji ketahanan fisik sambil hunting foto-foto estetik di Mahabalipuram? πβοΈ
Di media sosial, solo traveling kelihatannya seru banget: bebas pergi ke mana aja tanpa perlu nungguin teman, foto-foto estetik, dan kelihatan mandiri banget. Tapi jujur deh, di balik indahnya konten jalan-jalan sendirian, ada realitas dan tantangan yang lumayan bikin ngelus dada.
Buat kamu yang lagi ngerencanain jalan-jalan sendiri, ini dia sisi gelap solo travel yang wajib kamu tahu biar makin siap mental!
1. Bebas Sih, Tapi Dompet Diuji (Hotel & Taksi Ditanggung Sendiri)
Momen paling kerasa pas solo travel adalah saat bayar tagihan. Nggak ada istilah “split bill”!
Kamar Hotel: Mau tidur di kamar isi satu atau dua kasur, harganya tetap sama. Kamu harus bayar full tanpa ada teman patungan.
Ongkos Transportasi: Naik taksi atau sewa mobil sendirian harganya berlipat-lipat lebih mahal dibanding kalau bisa bagi berdua atau bertiga.
2. Pas Sakit, Semua Harus Diurus Sendiri
Ini salah satu momen paling dramatis pas jalan-jalan. Pas badan mendadak demam, masuk angin, atau asam lambung naik di negeri orang:
Nggak ada yang nemenin, ngambilin air minum, atau beliin obat ke apotek.
Dengan kondisi badan lemas dan pusing, kamu tetap harus mikir sendiri, nyari apotek terdekat, atau bahkan maksain jalan ke klinik sendirian.
3. Keamanan Ekstra Waspada (Khususnya Buat Wanita) & Bayang-Bayang Scammer
Isu keamanan emang jadi prioritas nomor satu, apalagi buat solo traveler wanita.
Harus punya “radar” yang selalu aktif buat menghindari area rawan atau orang yang berniat jahat.
Jadi sasaran empuk scammer atau penipu lokal karena kamu kelihatan sendirian dan kebingungan. Mau ngobrol sama orang asing pun kadang harus mikir dua kali antara mau ramah atau waspada.
4. Kena Decision Fatigue (Kelelahan Mengambil Keputusan)
Kelihatannya enak bisa bebas nentuin mau ke mana aja, tapi lama-lama otak bisa capek banget.
Dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, 100% keputusan ada di tanganmu. Mau makan apa, naik bus nomor berapa, pindah kota jam berapa, sampai urusan jalan mana yang aman.
Nggak ada teman buat sekadar dibilang, “Kamu aja deh yang milih restorannya, aku ikut aja.”
5. Rasa Kesepian yang Datang Tiba-Tiba
Pasti ada momen-momen rentan di mana kamu merasa emotional isolation.
Pas ngeliat pemandangan luar biasa bagus atau makan makanan enak banget, tiba-tiba ada rasa nyesek karena nggak ada teman di samping yang bisa diajak sharing kehebohan secara langsung.
Rasa sepi ini biasanya makin kerasa pas malam hari di kamar hotel atau saat kena culture shock.
6. Nggak Bisa “Nitip” Barang & Repot Urusan Logistik
Hal-hal sepele bisa jadi tantangan berat kalau lagi sendirian di tempat umum.
Urusan ke toilet: Mau ke toilet stasiun atau bandara? Kamu harus gotong seluruh koper dan ransel berat masuk ke dalam bilik mandi. Nggak ada teman yang bisa dititipin.
Urusan Foto: Mau dapat foto bagus? Harus modal sabar pasang tripod sendirian, atau pasrah minta tolong orang lewat yang hasil fotonya belum tentu sesuai harapan.
7. Travel Burnout dan Kehilangan Rasa Kagum
Kalau jalannya agak lama, bakal ada fase di mana kamu merasa jenuh dan kecapekan total.
Candi, pantai, atau bangunan bersejarah yang megah bisa terasa “biasa aja” karena fisikan dan pikiranmu udah terlalu lelah ngurusin logistik sendirian.
Nggak ada energi tambahan dari teman perjalanan buat bikin suasana jadi seru lagi.
Kesimpulannya?
Solo travel itu emang memberikan kebebasan luar biasa dan bikin kita makin tangguh. Tapi ingat, bayarannya adalah semua beban finansial, fisik, dan mental harus ditanggung 100% sendirian.
Sekarang zamannya banyak orang punya usaha. Ada yang buka coffee shop, agency digital, toko online, kontraktor, klinik, distributor, sampai bisnis kuliner. Bahkan nggak sedikit UMKM yang omzetnya sudah tembus Rp1 miliar per tahun, bahkan lebih.
Kelihatannya keren. Omzet besar, orderan ramai.
Tapi… pernah nggak kepikiran satu pertanyaan ini?
Kalau owner bisnisnya tiba-tiba meninggal dunia, bisnisnya masih bisa jalan nggak?
Coba bayangin.
Setiap bulan perusahaan harus bayar:
Gaji karyawan.
Sewa kantor atau ruko.
Cicilan kendaraan operasional.
Tagihan supplier.
Listrik, internet, pajak.
Cicilan pinjaman bank.
Biaya operasional lainnya.
Semua itu tetap harus dibayar.
Masalahnya, omzet itu bukan berarti uangnya langsung bisa dipakai. Di balik omzet ada modal yang terus berputar, piutang yang belum cair, stok barang yang harus dibeli lagi, dan berbagai biaya operasional.
Kalau owner adalah orang yang mengatur semuanya, kepergiannya bisa membuat arus kas perusahaan terganggu.
Yang Kehilangan Bukan Cuma Keluarga
Banyak orang berpikir, “Kalau saya meninggal, yang kasihan keluarga.”
Betul.
Tapi ada pihak lain yang juga ikut terdampak.
Yaitu para karyawan.
Misalnya kamu punya 25 karyawan. Mereka juga punya keluarga yang menunggu gaji setiap akhir bulan.
Kalau bisnis tiba-tiba berhenti karena owner meninggal dan keuangan perusahaan tersendat, siapa yang akan membayar gaji mereka?
Belum lagi kalau perusahaan masih punya kewajiban membayar cicilan ke bank atau pinjaman modal usaha.
Kalau cash flow macet, tekanan finansial bisa datang dari berbagai arah.
Di Sini Asuransi Jiwa Bisa Jadi “Napas” untuk Bisnis
Asuransi jiwa bukan hanya tentang melindungi keluarga.
Untuk seorang owner bisnis, asuransi jiwa juga bisa menjadi salah satu cara menjaga keberlangsungan perusahaan.
Salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan adalah Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life).
Kenapa?
Karena premi relatif lebih terjangkau dibandingkan nilai Uang Pertanggungannya yang bisa cukup besar.
Dalam skema tertentu, perusahaan dapat menjadi pemegang polis. Jika terjadi risiko sesuai ketentuan polis dan manfaat asuransi dibayarkan, dana tersebut diterima oleh perusahaan. Dana ini dapat membantu menjaga likuiditas bisnis, seperti memenuhi kewajiban operasional, membayar gaji karyawan, atau membantu menyelesaikan kewajiban finansial lain sesuai kebutuhan perusahaan.
Ibaratnya, bisnis tetap punya “bantalan keuangan” di saat situasi paling sulit.
Bisnis yang Sehat Bukan Cuma Cari Profit
Pebisnis yang hebat bukan cuma jago cari omzet.
Mereka juga memikirkan bagaimana bisnis tetap bisa berjalan saat terjadi hal yang tidak diinginkan.
Karena bisnis bukan hanya tentang pemiliknya.
Ada keluarga, ada karyawan, ada supplier, ada pelanggan, bahkan ada bank yang ikut bergantung pada keberlangsungan usaha tersebut.
Kalau hari ini kamu sudah membangun bisnis dengan susah payah, jangan lupa bangun juga perlindungannya.
Yuk, Diskusikan Solusi yang Tepat
Setiap bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda. Besarnya perlindungan, nilai Uang Pertanggungan, hingga jangka waktu polis perlu disesuaikan dengan kondisi usaha dan tujuan perusahaan.
Saya sebagai Perwakilan Manulife Indonesia siap membantu Anda berdiskusi mengenai solusi Asuransi Jiwa Term Life yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.
Kalau ingin mengetahui bagaimana skema perlindungan yang tepat untuk perusahaan, silakan hubungi saya. Konsultasi terlebih dahulu, baru tentukan solusi yang paling sesuai untuk bisnis Anda.
Tidak terasa, sudah 6 tahun lebih website ini berjalan dan konsisten membahas berbagai solusi perencanaan keuangan keluarga serta produk-produk asuransi Manulife. Respons yang masuk luar biasa! Dilihat dari banyaknya email dan pesan yang bertanya seputar perlindungan asuransi, rasanya e-marketing strategy yang saya terapkan di sini benar-benar mencapai tujuannya.
Dari sekian banyak pertanyaan yang masuk lewat email dan pesan singkat, sebagian besar memang menanyakan tentang produk asuransi, sementara sebagian lainnya menanyakan tentang produk Reksadana.
Nah, sebelum kita melangkah lebih jauh, ada satu hal penting yang ingin saya tegaskan kembali:
Saya adalah agen asuransi berlisensi/bersertifikat. Saya bukan agen penjual Reksadana berlisensi, dan saya bukan Financial Planner bersertifikasi. Sudah pasti saya menjual produk asuransi dari Manulife Financial, tetapi saya tidak menjual produk Reksadana Manulife Indonesia.
Kadang-kadang ada pembaca yang sedikit salah paham setelah membaca ulasan solusi keuangan di website ini, di mana saya memang sering menyarankan pembaca untuk memiliki Reksadana sebagai instrumen investasi.
Siapakah Well-Educated People Itu?
Saya menyadari bahwa website ini sering ditemukan oleh orang-orang yang sudah memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya asuransi, serta telah mempelajari atau mendengar tentang perencanaan keuangan yang optimal dari tempat lain. Orang-orang ini biasanya sudah tahu persis jenis asuransi apa yang mereka butuhkan.
Saya dan tim menyebut mereka sebagai WELL-EDUCATED PEOPLE.
Istilah well-educated di sini bukan berarti mereka harus berpendidikan akademis tinggi atau serba tahu dalam segala hal. Gelar ini kami sematkan karena:
Pemahaman dan kesadaran finansial mereka sudah terpacu dari dalam diri sendiri.
Mereka paham betul pentingnya perencanaan keuangan keluarga yang tertata.
Mereka sadar bahwa asuransi adalah pondasi utama dalam mewujudkan tujuan finansial keluarga.
Jadi, well-educated di sini khusus dalam lingkup perencanaan keuangan keluarga, ya!
Peran Para Independent Financial Planner
Kalau diperhatikan, well-educated people ini perlahan tapi pasti terbentuk berkat edukasi tanpa henti dari para Independent Financial Planner hebat di Indonesiaβseperti Ligwina Hananto, Fredy Pieloor, Aidil Akbar, Safir Senduk, Ahmad Gozali, dan lainnya. Mereka adalah para Financial Planner bersertifikat yang berbicara berdasarkan riset dan data yang kuat.
Yang paling saya favoritkan? Sudah pasti Mbak Ligwina! Maklum ya, sesama ibu-ibu rasanya lebih down to earth dan relatable banget. Buku-buku yang ditulisnya betul-betul mengena dan membakar semangat bahwa membangun Indonesia yang lebih baik itu dimulai dari merapikan keuangan diri sendiri. Hidup Middle-Class!
Saya sangat mengapresiasi gerakan edukasi massa yang mereka lakukan. Salah satu pesan utama yang paling sering mereka serukan adalah:
PISAHKAN ASURANSI DAN INVESTASI.
Huaaaaa! Saya senang sekali dengan seruan kampanye ini. Kenapa? Karena tugas saya menjadi jauh lebih ringan! Saya tidak perlu lagi bersusah payah meyakinkan calon klien mengenai dasar-dasar pentingnya asuransi murni.
Asuransi sebagai Bagian dari Rencana Besar Keluarga
Banyak orang saat ini mulai sadar asuransi, tetapi sering kali baru sebatas “untuk jaga-jaga”. Padahal, asuransi seharusnya dipandang sebagai pelindung dari rencana besar keluarga Anda.
Setiap keluarga pasti punya impian besar. Impian yang paling sederhana, paling umum, dan wajib terwujud biasanya adalah:
Memberikan pendidikan terbaik bagi buah hati tercinta.
Untuk mencapai tujuan tersebut, rencana finansial harus disusun sedini mungkinβbahkan sejak anak belum lahir. Rencana besar itulah yang harus dilindungi dengan Uang Pertanggungan (UP) asuransi yang cukup.
Momen “Tersentil” dari Klien Muda
Bayangkan deh, masa saya yang Agen Asuransi ini malah banyak belajar dari klien-klien saya sendiri? Tapi jujur, saya harus cerita ini kepada Anda, apalagi kalau Anda sudah berumur 35 tahun ke atas tetapi belum punya asuransi jiwa murni atau Reksadana⦠OMG!
Saya sendiri baru benar-benar menyadari pentingnya perencanaan keuangan yang baik sejak bergabung menjadi agen di Manulife sekitar 17 tahun yang lalu. Pada saat itulah saya baru mulai membuka rekening Reksadana pertama saya.
Menariknya, pembuka wawasan saya justru banyak datang dari klien-klien muda berusia 23β30 tahun. Rentang umur yang membuat saya sering tertekan sambil mengingat-ingat: dulu waktu umur segitu, saya lagi ngapain ya?
JIAAAAHHH! (teriak histeris)
Dulu di usia segitu, saya malah sibuk mengumpulkan uang untuk beli laptop baru, gonta-ganti handphone terbaru, dan memenuhi gaya hidup yang tidak ada habisnya. Dulu belum ada yang menyadarkan saya betapa pentingnya menabung dan betapa tidak pentingnya menuruti lifestyle semata.
Ketika bertemu dengan klien-klien yang well-educated ini, mereka berbagi cerita tentang bagaimana mereka berinvestasi di tempat yang tepat dan mengapa mereka secara spesifik memilih ASURANSI JIWA MURNI (Term Life). Pengalaman itu benar-benar membuka mata dan wawasan saya.
Pilihan Terbaik untuk Perlindungan Murni
Teman-teman sejawat saya di Manulife sering bertanya mengapa saya banyak menjual produk term life seperti ProActive Plus. (Sebagai catatan, sekarang pilihan asuransi term life di Manulife juga sudah tersedia dalam versi Syariah).
Kembali ke sebutan WELL-EDUCATED, para pembaca yang datang ke website ini dan memutuskan untuk langsung menghubungi saya biasanya adalah mereka yang mantap memilih:
ProActive Plus
MyLife Plan A
Flexi Amanah
Huaaa… Ini adalah bentuk apresiasi dan pujian tertinggi bagi Anda yang telah menjadi klien saya! Anda adalah well-educated people yang mendorong saya dan tim untuk terus berkembang, membuat keuangan pribadi keluarga saya lebih terencana, dan memberi saya semangat untuk terus membantu middle-class Indonesia mencapai tujuan finansialnya.
Yuk, Amankan Tujuan Finansial Anda!
Jika Anda membaca artikel ini sampai selesai, saya yakin Anda adalah bagian dari well-educated people tersebut. Anda sudah paham bedanya fungsi perlindungan dan investasi.
Jadi, Anda tentu tidak akan meminta saya mempresentasikan produk Reksadana Manulife, melainkan akan langsung menanyakan berapa premi asuransi jiwa term life yang sesuai dengan kebutuhan Anda, lalu mendaftar bersama saya dan tim.
(Namun, jika Anda belum mendaftar asuransi dan ingin berdiskusi khusus mengenai Reksadana Manulife, Anda dapat berdiskusi langsung dengan rekan-rekan agen dari Manulife Aset Manajemen Indonesia).
Ditunggu ya, Kakak-Kakak Well Educated! Anda bisa langsung berdiskusi atau berkonsultasi bersama saya melalui:
Spill the tea! Buat kamu yang lagi planning kabur sejenak ke Jepang dan mau jelajah kota-kota yang vibes-nya aesthetic parah, wajib banget simak rekomendasi hotel tempat aku staycation kemarin.
Pas jalan-jalan kemarin, aku sempet mampir dan nginep di 3 kota: Takayama, Kanazawa, dan Nagoya. Nah, biar liburan kamu makin smooth dan nggak pusing milih tempat nginep, ini dia 3 hotel pilihan yang anti-gagal dan worth it banget!
1. Spa Hotel Alpina Takayama β¨οΈ
Jujurly, hotel ini juaranya healing! Lokasinya strategis abis karena super dapet aksesnya ke mana-manaβdeket banget sama stasiun dan terminal bus.
Why Youβll Love It:
Rooftop Onsen: Ini highlight-nya! Kalau udah pegel jalan seharian, kamu tinggal naik ke rooftop terus berendam air hangat sambil nikmatin pemandangan. Auto seger lagi!
Walking Distance Everywhere: Mau jalan-jalan santai? Dari hotel tinggal jalan kaki dikit udah langsung nyampe ke area perumahan bersejarah ala zaman Edo. Vibes-nya dapet banget buat foto-foto.
Buat yang nyari kenyamanan ekstra dan fasilitas melimpah, this is it! Lokasinya nggak kalah mantap karena deket halte bus dan Taman Kenroku-en yang terkenal itu.
Why Youβll Love It:
Fasilitas Serba Gratis: Yang bikin makin cinta, di sini ada water station buat isi ulang air minum gratis (hemat budget hydration!). Terus di area lobby ada mesin kopi gratis yang bisa kamu nikmatin kapan aja.
Super Comfort & Useful: Kamarnya nyaman abis, plus ada laundry room (cocok buat yang traveling lama) dan ada mesin es batu juga. Definitive comfort zone!
Nah, kalau di Nagoya, kepraktisan adalah kunci! Hotel ini posisinya deket banget sama Stasiun Nagoya, jadi mau keliling kota atau pindah destinasi pun super gampang.
Why Youβll Love It:
Akses Mudah (Plus Tips!): Karena lokasinya di area stasiun utama, kemana-mana jadi sat-set. Tapi pro-tip dari aku: Stasiun Nagoya itu huge banget dan bikin rawan nyasar, jadi pastikan kamu cek dan ingat pintu exit stasiun yang bener biar makin gampang nemuin hotelnya, ya!
Fasilitas Lengkap: Kamarnya punya amenities yang super lengkap dan tetep ada laundry room buat bebersih baju kotor.
Kalau bicara soal asuransi jiwa, banyak orang langsung berpikir, “Ah, nanti saja deh.” Padahal, justru saat kita masih sehat dan produktif, itulah waktu terbaik untuk menyiapkan perlindungan.
Asuransi jiwa berjangka atau Term Life adalah salah satu cara paling sederhana untuk menjaga kondisi keuangan keluarga kalau terjadi hal yang tidak diharapkan. Kabar baiknya, Manulife Indonesia punya beberapa keunggulan yang membuat produk ini menarik untuk dipertimbangkan.
1. Mau Konvensional? Ada. Mau Syariah? Juga Ada.
Setiap orang punya kebutuhan dan preferensi yang berbeda. Ada yang lebih nyaman dengan produk konvensional, ada juga yang ingin menggunakan prinsip syariah.
Di Manulife Indonesia, kamu nggak perlu bingung karena keduanya tersedia. Tinggal pilih mana yang paling cocok dengan kebutuhan dan tujuan finansialmu.
2. Pilihan Masa Perlindungannya Fleksibel
Nggak semua orang membutuhkan masa perlindungan yang sama.
Untuk produk Term Life Konvensional, tersedia pilihan masa kontrak:
20 tahun
30 tahun
Sedangkan Term Life Syariah tersedia pilihan:
5 tahun
10 tahun
Jadi, kamu bisa menyesuaikan dengan usia, kondisi keluarga, maupun rencana keuangan.
3. Khusus Syariah, Perlindungan Bisa Diperpanjang Sampai Usia 110 Tahun
Ini salah satu nilai tambah yang menarik.
Produk Term Life Syariah Manulife memberikan kesempatan untuk memperpanjang perlindungan hingga usia 110 tahun, tentunya sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku di polis.
Artinya, kamu punya peluang mendapatkan perlindungan jangka panjang tanpa harus berpindah produk.
4. Daftarnya Praktis, Nggak Ribet
Sekarang hampir semua serba digital, termasuk proses pengajuan asuransi.
Manulife sudah menggunakan sistem informasi online sehingga proses pendaftaran menjadi lebih cepat, lebih efisien, dan lebih nyaman. Nggak perlu repot dengan proses yang berbelit-belit.
5. Uang Pertanggungan Besar, Tanpa Medical
Nah, ini yang sering bikin calon nasabah senang.
Bagi usia 18 sampai 40 tahun, tersedia fasilitas seleksi risiko tanpa medical check-up untuk gabungan dua polis Term Life dengan total Uang Pertanggungan hingga Rp7 miliar, tentunya mengikuti ketentuan underwriting yang berlaku.
Kalau bisa mendapatkan perlindungan besar dengan proses yang lebih praktis, kenapa tidak?
6. Ada Fitur Guarantee Renewability
Bayangkan kamu membeli Term Life selama 10 tahun.
Lalu di tahun ke-9 kondisi kesehatanmu berubah. Biasanya, saat ingin membeli polis baru atau memperpanjang perlindungan, kamu harus menjalani pemeriksaan kesehatan lagi, bahkan bisa saja ditolak.
Di sinilah salah satu keunggulan Manulife.
Manulife memiliki fitur Guarantee Renewability, yaitu kesempatan untuk memperpanjang perlindungan tanpa medical test kembali, sesuai syarat dan ketentuan polis.
Kalau nanti kamu membaca polisnya, mungkin kamu tidak menemukan istilah Guarantee Renewability. Jangan khawatir, karena biasanya ditulis sebagai Klausa Perpanjangan. Intinya sama, yaitu memberikan kesempatan memperpanjang perlindungan tanpa pemeriksaan kesehatan ulang sesuai ketentuan polis.
Menurut saya, fitur seperti ini memberikan rasa tenang karena kesehatan seseorang bisa berubah sewaktu-waktu.
Jadi, Pilih yang Mana?
Baik Term Life Konvensional maupun Term Life Syariah, keduanya punya tujuan yang sama: melindungi orang-orang yang kita sayangi dari risiko finansial apabila pencari nafkah meninggal dunia.
Yang terpenting bukan memilih yang paling mahal, tetapi memilih perlindungan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
Kalau masih bingung harus mulai dari mana, saya siap membantu menjelaskan perbedaannya, menghitung kebutuhan Uang Pertanggungan, hingga memilih produk yang paling sesuai dengan kondisi dan anggaran Anda.
Yuk, konsultasikan kebutuhan asuransi jiwa Anda bersama saya, sebagai Perwakilan Manulife Indonesia. Siapa tahu, perlindungan yang tepat hari ini bisa menjadi hadiah terbaik untuk keluarga di masa depan.
Halo semuanya! Jogja itu emang selalu ngangenin, ya? Mulai dari kulinernya, suasananya, sampai keramahan warganya bikin kita selalu pengen balik lagi. Nah, buat kamu yang lagi merencanakan liburan ke Jogja dan masih bingung mau menginap di mana, kebetulan banget nih!
Aku mau bagiin review pribadi untuk beberapa hotel di Yogyakarta yang pernah aku kunjungi. Yuk, simak daftarnya sesuai dengan gaya liburan kamu!
Hotel Ramah Keluarga
Liburan bareng si kecil emang butuh persiapan ekstra, terutama soal milih tempat menginap. Dua hotel ini sukses bikin liburan keluarga jadi super nyaman dan menyenangkan:
1. Royal Ambarukmo Hotel
Wah, kalau yang ini sih surganya anak-anak! Fasilitas untuk si kecil di sini beneran lengkap, jadi staycation dijamin bikin mereka happy banget. Ada playground yang letaknya di luar dan di dalam ruangan. Kerennya lagi, ada fasilitas PlayStation juga, lho, jadi yang dewasa pun bisa ikut heboh main!
Untuk main air, ada waterboom mini dan kolam renang yang luas. Kamarnya rapi, cantik, dan di bawah ada bakery yang kuenya enak-enak. Soal sarapan nggak perlu ditanya, juara banget! Makanannya super variatif dan yang paling penting, ada area khusus untuk makanan anak-anak.
Lokasinya asyik banget, lumayan dekat dengan jalan Malioboro dan pusat oleh-oleh. Fasilitas hotel untuk anak-anak juga terbilang memadai. Kolam renangnya luas dan cantik banget karena dikelilingi taman yang asri. Di tamannya ada kolam ikan, anak-anak pasti seneng banget deh diajak kasih makan ikan di sini! Oh ya, ada playground juga buat mereka main.
Kamarnya bagus dan sesuai standar bintang lima. Poin plusnya lagi, di sini ada fasilitas spa! Kamu bisa panggil terapisnya ke kamar atau datang langsung ke tempatnya. Wah, beneran deh, ayah ibu senang dan rileks, anak-anak juga bahagia!
Buat kamu yang nggak mau ribet soal mobilitas dan pengen ke mana-mana dekat, deretan hotel ini adalah jawabannya:
1. Royal Malioboro
Posisinya juara! Sangat dekat dengan Stasiun Tugu dan pastinya dekat ke area Malioboro. Fasilitas hotelnya super lengkap dan daya tarik utamanya ada di kolam renang rooftop-nya yang asyik buat nyantai. Royal Malioboro juga punya bakery dan restoran yang enak, jadi menu makan pagi di sini sangat bervariasi dan memanjakan lidah.
Satu lagi pilihan jitu buat kamu yang memang pengen banget nongkrong seharian di kawasan Malioboro. Aksesnya yang gampang bikin kamu nggak perlu pusing mikirin ongkos atau capek jalan jauh!
Bosan dengan suasana hotel yang gitu-gitu aja? Kamu wajib banget coba menginap di sini:
Por Aqui Stay and Dine
Hotel ini vibes-nya beneran beda dan cantik banget! Setiap sudutnya punya dekorasi yang unik dan warna-warni, cocok banget buat kamu yang suka foto-foto OOTD. Fasilitasnya ada kolam renang, restoran dengan konsep yang sama uniknya, dan jangan khawatir, tersedia mushola juga yang nyaman. Lokasinya ada di daerah Prawirotaman, surganya toko souvenir lucu dan deretan kafe hits!
Jalan-jalan sendirian ke Jogja dengan budget hemat? Nggak masalah, ada opsi kece buat kamu:
Huma Hostel Yogyakarta
Ini dia andalan buat para solo traveler dan backpacker. Huma Hostel menawarkan harga yang sangat terjangkau tapi fasilitasnya nggak murahan. Kamarnya bersih, furniture-nya estetik banget bikin betah, dan yang paling seru ada ruang komunalnya. Asyik banget kan buat sekadar nyantai sambil kenalan sama traveler lain dari berbagai daerah!
Nah, itu dia beberapa rekomendasi hotel di Jogja berdasarkan pengalaman pribadiku. Semoga ulasan ini bisa bantu kamu menemukan tempat menginap yang paling pas, ya. Selamat merencanakan liburan dan salam hangat dari Jogja!
Kalau ada satu hal yang menurutku wajib dipersiapkan sebelum solo traveling ke luar negeri, jawabannya bukan koper, bukan baju, bahkan bukan itinerary. Tapi koneksi internet.
Percaya deh, saat jalan sendirian, internet itu bukan sekadar buat upload foto atau update media sosial. Internet adalah “teman perjalanan” yang akan sangat membantu ketika mencari arah, memesan transportasi, menghubungi hotel, sampai mencari informasi darurat.
Karena itu, sekarang aku selalu memilih menggunakan eSIM setiap kali bepergian ke luar negeri. Jauh lebih praktis dibanding harus mencari konter kartu SIM lokal setelah mendarat.
Kalau kamu juga sedang merencanakan liburan ke luar negeri, sebaiknya beli eSIM sebelum berangkat, supaya begitu pesawat mendarat, koneksi internet langsung aktif dan kamu bisa langsung beraktivitas tanpa ribet.
Kalau ingin membeli eSIM, silakan klik halaman ini dan pilih paket yang paling sesuai dengan kebutuhan perjalananmu.
1. Langsung Online Begitu Mendarat
Ini keuntungan yang paling terasa.
Begitu pesawat landing, kamu bisa langsung membuka Google Maps, memesan transportasi online, menghubungi hotel, atau memberi kabar ke keluarga kalau sudah sampai dengan selamat.
Nggak perlu antre beli kartu SIM lokal atau bingung mencari konter di bandara.
2. Lebih Hemat Waktu dan Tenaga
Saat solo traveling, setiap menit itu berharga.
Daripada menghabiskan waktu mencari toko kartu SIM atau mencoba memahami paket internet lokal yang bahasanya belum tentu kita mengerti, lebih baik waktu tersebut dipakai untuk mulai menikmati perjalanan.
Semua sudah siap sebelum berangkat.
3. Navigasi Jadi Lebih Mudah
Google Maps adalah penyelamat saat jalan sendiri.
Mau cari restoran halal, halte bus, stasiun metro, supermarket, ATM, atau hotel, semuanya tinggal buka peta.
Dengan koneksi internet yang stabil, peluang tersesat juga jadi jauh lebih kecil.
4. Lebih Aman Saat Kondisi Darurat
Solo traveling memang menyenangkan, tetapi tetap perlu memikirkan faktor keamanan.
Kalau sewaktu-waktu terjadi perubahan jadwal, kehilangan arah, atau membutuhkan bantuan, internet akan memudahkan kita mencari informasi maupun menghubungi orang yang diperlukan.
Sebagai langkah antisipasi, selalu simpan nomor telepon dan alamat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Konsulat RI terdekat di negara tujuan. Semoga tidak pernah digunakan, tetapi lebih baik sudah siap daripada panik saat dibutuhkan.
5. Tetap Bisa Mengatur Semua Rencana Perjalanan
Mulai dari mengecek jadwal kereta, membeli tiket atraksi, memesan transportasi, sampai mencari rekomendasi tempat makan, semuanya sekarang serba online.
Dengan eSIM, kamu bisa mengatur perjalanan kapan saja tanpa harus bergantung pada Wi-Fi hotel atau kafe.
Rasanya jauh lebih tenang karena semua informasi ada di genggaman.
Tips Menggunakan eSIM Saat Traveling
Supaya perjalanan makin nyaman, ini beberapa tips yang selalu aku lakukan:
Beli eSIM sebelum hari keberangkatan, jadi tidak terburu-buru saat di bandara.
Pastikan smartphone yang digunakan sudah mendukung eSIM.
Aktifkan eSIM sesuai petunjuk, lalu cek kembali sebelum berangkat.
Tetap simpan SIM utama agar nomor WhatsApp dan layanan penting lainnya tetap bisa digunakan jika diperlukan.
Simpan nomor KBRI atau Konsulat RI terdekat di kontak ponsel sebagai langkah antisipasi selama perjalanan.
Menurutku, eSIM adalah salah satu pengeluaran kecil yang manfaatnya sangat besar, terutama untuk solo traveler. Perjalanan jadi lebih efisien, lebih praktis, dan tentu saja memberikan rasa tenang sejak pertama kali tiba di negara tujuan.
Kalau kamu juga sedang menyiapkan liburan ke luar negeri, klik halaman ini untuk membeli eSIM yang sesuai dengan destinasi perjalananmu. Lebih enak berangkat dengan semua kebutuhan internet sudah beres dari rumah.
Salah satu pertanyaan yang paling sering aku terima setelah solo traveling ke Azerbaijan dan Georgia adalah, “Kalau jalan sendiri, gimana ke tempat-tempat yang jauh dari kota?”
Jawabannya sederhana. Walaupun semua itinerary selama perjalanan aku susun sendiri, ada beberapa destinasi yang memang lebih praktis kalau menggunakan day tour. Kebetulan selama di Azerbaijan dan Georgia aku pesan tour melalui Trip.com.
Yang aku suka, pilihan tournya banyak dan fleksibel. Tinggal pilih sesuai kebutuhan dan destinasi yang diinginkan. Bahkan aku sering baru pesan H-2, kadang malah sehari sebelum berangkat, dan semuanya tetap berjalan lancar.
Azerbaijan: Lebih Praktis Pakai Tour
Ada beberapa tempat wisata di Azerbaijan yang menurutku jauh lebih efisien kalau menggunakan tour. Selain jaraknya cukup jauh dari pusat kota, beberapa lokasi juga tidak memiliki transportasi umum. Kalau harus naik taksi pulang-pergi atau menyewa mobil sendiri, biayanya justru jauh lebih mahal.
Selama di Azerbaijan, aku ikut dua kali day tour.
Day 1
Candy Cane Mountain
Quba
Shahdag Mountain Resort
Pemandangannya luar biasa indah. Dari perbukitan bergaris unik sampai pegunungan bersalju, semuanya bisa dinikmati tanpa harus repot memikirkan rute perjalanan.
Day 2
Sumur minyak pertama di dunia
Masjid Bibi Heybat
Gobustan
Mud Volcano
Makan siang
Yanardag (Gunung Api Abadi)
Hari kedua ini menurutku seru karena destinasinya sangat beragam. Mulai dari wisata sejarah, fenomena alam yang unik, sampai melihat api alami yang terus menyala.
Georgia: Tinggal Duduk Manis dan Menikmati Pemandangan
Saat berada di Georgia, aku juga memilih ikut day tour. Destinasinya adalah:
Zhinvali Reservoir
Ananuri Fortress
Gudauri
Sebenarnya perjalanan hari itu seharusnya sampai ke Kazbegi. Sayangnya, saat itu salju turun sangat tebal sehingga jalan ditutup demi alasan keselamatan.
Tapi tenang saja, pihak penyelenggara tour langsung memberikan destinasi pengganti, yaitu The Chronicle of Georgia di akhir perjalanan. Ternyata sama sekali tidak mengecewakan. Justru jadi pengalaman yang berbeda dan tetap seru!
Kalau jalan-jalan di kota besar seperti Baku atau Tbilisi, aku lebih suka eksplor sendiri. Rasanya lebih bebas dan fleksibel.
Tapi kalau tujuan sudah mengarah ke pegunungan, kawasan alam, atau tempat-tempat yang jauh dari kota, menurutku jauh lebih nyaman menggunakan jasa tour. Tidak perlu pusing menyusun rute, mencari transportasi, atau menghitung biaya taksi yang bisa membengkak.
Apalagi kalau solo traveling. Tinggal datang ke titik kumpul, naik bus, duduk santai, menikmati perjalanan, dan pulang dengan membawa banyak pengalaman seru.
Menurutku, dengan harga yang masih masuk akal, day tour seperti ini benar-benar worth it.
Kalau kamu juga sedang merencanakan liburan ke Azerbaijan atau Georgia, jangan ragu untuk pesan dari sekarang.
Buat yang masih ragu mencoba female solo traveling, semoga itinerary ini bisa jadi inspirasi. Sebagai seorang muslimah yang bepergian sendiri, perjalanan selama 9 hari di Azerbaijan dan Georgia memberikan banyak pengalaman berharga. Mulai dari bertemu orang-orang baru, menikmati keindahan alam, hingga belajar bahwa traveling sendirian ternyata tidak seseram yang dibayangkan. Justru setiap harinya dipenuhi cerita dan kenangan yang akan selalu diingat.
Hari 1 β Menyapa Keindahan Kota Tua Baku
Perjalanan dimulai dari Baku, Azerbaijan, kota yang berhasil memadukan bangunan modern dengan sejarah yang masih terjaga. Hari pertama aku habiskan dengan berjalan santai menyusuri jalanan berbatu di Kota Tua (Old City). Rasanya seperti kembali ke masa lalu, dengan lorong-lorong kecil yang penuh pesona.
Setelah itu aku mampir ke Carpet Museum. Kali ini hanya sempat berfoto di bagian luar karena bentuk bangunannya yang unik menyerupai gulungan karpet sudah sangat ikonik. Sore harinya, perjalanan ditutup dengan menikmati suasana modern di Deniz Mall sambil melihat pemandangan Laut Kaspia.
Day 3 explore baku Azerbaijan. Dari pagi hujannya deras sehingga udara dingin dan berangin, mereda sekitar jam 10.00 dan aku langsung keluar hotel untuk foto-foto explore Kota Tua dari baku. Kembali ke hotel untuk check out dan jalan-jalan lagi. Aku sempat mampir ke Denis mall dan Museum karpet dari luar, kakiku sakit sekali karena melangkah terlalu jauh. 19.000 langkahku habiskan di hari itu. Aku harus pindah hotel dan hotel berikutnya tidak sesuai ekspektasi, kamarnya terlalu dingin, dan ada kesan horor. Walaupun begitu, aku tetap berusaha tidak mengeluh dan bertahan dengan kain selimut tipis dan baju berlapis. Bagaimanapun juga hariku berjalan dengan baik, dipertemukan dengan orang-orang baik, Alhamdulillah ya Allah. #jalanjalan#solotravel#femalesolotravel
Bisa cek dan booking pesawat ke Baku, Azerbaijan klik disini
Hari 2 β Ikon Modern Baku yang Wajib Dikunjungi
Hari kedua diisi dengan mengunjungi Heydar Aliyev Center yang terkenal dengan desain arsitekturnya yang futuristik. Bangunan ini benar-benar cantik dari berbagai sudut.
Selesai dari sana, aku melanjutkan perjalanan ke Nizami Street, kawasan favorit untuk berjalan kaki, belanja, sekaligus menikmati suasana kota. Yang paling berkesan adalah hamparan bunga tulip cantik di sepanjang area dekat laut, membuat suasana musim semi terasa semakin hidup.
Hari 3 β Open Trip ke Candy Cane Mountain & Shahdag
Hari ketiga menjadi salah satu highlight perjalanan. Aku mengikuti open trip menuju Candy Cane Mountain yang terkenal dengan garis-garis merah putih alami di perbukitannya. Pemandangannya benar-benar unik.
Perjalanan dilanjutkan menuju Pegunungan Shahdag yang menawarkan panorama pegunungan luas dengan udara yang sangat segar. Cocok sekali buat yang ingin menikmati sisi alam Azerbaijan.
Day 5 perjalananku di Azerbaijan, Hari ini aku memutuskan ikut tour untuk pergi ke candy cane mountain dan juga Shadag Mountain. sudah jadi impianku untuk foto di Gunung berwarna pink, sayangnya di situ hanya dikasih waktu 15 menit dan kemudian kami menuju ke quba untuk makan siang. Setelah itu kita ke Shadag Mountain dan aku nggak ekspek ternyata masih ada es di atas gunung, jadi aku bisa lihat pemandangan yang indah , bahkan cobain main es. aku happy banget #jalanjalan#solotravel#azerbaijan
Untuk ikut tour yang sudah disiapkan, bisa klik disini.
Hari 4 β Sejarah, Budaya, dan Fenomena Alam Azerbaijan
Hari keempat dipenuhi destinasi yang sangat beragam. Dimulai dari Gobustan yang terkenal dengan situs seni cadas purbakala berusia ribuan tahun.
Selanjutnya aku mengunjungi Bibi Heybat Mosque yang menjadi salah satu masjid penting di Baku. Sebagai muslimah, rasanya menyenangkan bisa singgah dan beribadah di sini.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Fire Temple dan ditutup di Yanar Dag, bukit api alami yang terus menyala sepanjang waktu. Fenomena alam ini benar-benar unik dan menjadi pengalaman yang berbeda selama berada di Azerbaijan.
Hari kelima menjadi hari perpindahan negara. Aku terbang dari Baku menuju Tbilisi, Georgia. Setelah tiba, waktunya lebih banyak digunakan untuk check-in hotel, beristirahat, dan mengisi tenaga untuk petualangan berikutnya.
Hari 6 β Menjelajahi Kota Tua Tbilisi
Hari pertama di Georgia langsung dimulai dengan berjalan kaki menyusuri Kota Tua Tbilisi. Aku mampir ke Kvarts Coffee yang estetik, melihat kemegahan Opera House Tbilisi, hingga mengunjungi Clock Tower yang ikonik.
Perjalanan dilanjutkan menyeberangi Bridge of Peace yang menghubungkan kawasan kota tua dengan sisi modern Tbilisi. Dari sana aku naik cable car menuju Bukit Sololaki untuk melihat patung Mother of Georgia sekaligus menikmati panorama kota dari ketinggian.
Hari 7 β Road Trip Menuju Pegunungan Georgia
Hari ketujuh aku mengikuti tour menuju kawasan pegunungan Georgia. Destinasi pertama adalah Zhinvali Reservoir dengan air berwarna biru kehijauan yang sangat indah.
Perjalanan dilanjutkan ke Benteng Ananuri yang memiliki nilai sejarah tinggi, kemudian melintasi kawasan Gudauri dengan panorama Pegunungan Kaukasus yang luar biasa cantik.
Sore harinya sebelum kembali ke kota, aku mengunjungi Chronicles of Georgia. Monumen raksasa ini terasa megah sekaligus menjadi tempat terbaik untuk menikmati matahari terbenam.
Day 9 Hari ini aku ikut tour berkelana di Gunung. Ternyata Aku diajakin ke pegunungan salju, kaget banget karena aku bisa nginjak dan megang salju, bahkan kepleset 4 kali senangnya cuma 5 menit Abis itu langsung nyari tempat anget lagi aku nggak main apa-apa di sana minum teh dan santai aja pas aku mau pulang aku ketemu sama orang Indonesia yang juga lagi main di Gudauri. perjalanan ke kazbegi dibatalkan diganti dengan Chronicles of Georgia seru juga sih di situ Setelah itu aku langsung pulang ke hotel #jalanjalan#georgia#solotravel
Hari kedelapan berjalan lebih santai. Aku mengunjungi salah satu katedral utama di Tbilisi sebelum melanjutkan berburu barang antik dan suvenir di Dry Bridge Market.
Tentu saja belum lengkap kalau belum mencoba kuliner khas Georgia. Aku memilih mencicipi Khinkali yang terkenal dengan isian daging dan kuah hangat di dalamnya. Rasanya benar-benar berbeda dari dumpling yang biasa aku makan.
Hari 9 β Sampai Jumpa, Georgia
Hari terakhir terasa sedikit emosional. Sebelum menuju bandara, aku kembali mengunjungi Dry Bridge Market untuk menikmati suasana pagi sekaligus membeli beberapa oleh-oleh terakhir.
Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan penerbangan menuju Istanbul, Turki. Rasanya berat meninggalkan Azerbaijan dan Georgia, tetapi perjalanan ini memberikan begitu banyak pengalaman berharga, terutama sebagai seorang female solo traveler muslimah.
Solo traveling bukan hanya soal berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga tentang mengenal diri sendiri, belajar lebih mandiri, dan berani keluar dari zona nyaman. Azerbaijan dan Georgia menjadi dua negara yang meninggalkan kesan mendalam, dengan perpaduan sejarah, alam, budaya, serta keramahan penduduk lokal yang membuatku ingin kembali suatu hari nanti.
Liburan seru bareng keluarga ternyata nggak perlu jauh-jauh sampai ke luar kota atau menghabiskan ongkos besar di perjalanan. Di Jakarta saja, kita sudah bisa menikmati staycation yang berkesan, hemat waktu, dan pastinya bikin anak-anak serta pasangan tersenyum bahagia.
Berdasarkan pengalaman dan pilihan pribadi, berikut adalah 4 rekomendasi hotel ramah keluarga di Jakarta yang siap jadi destinasi liburan akhir pekan Anda:
Hotel ini adalah definisi lengkap untuk kebahagiaan seluruh anggota keluarga karena memiliki fasilitas luar ruangan yang jempolan, mulai dari area playground anak yang seru, kolam renang berukuran besar untuk bermain air, hingga sarana gym yang lengkap bagi orang tua yang ingin tetap bugar. Keunikan utama yang bikin staycation makin berkesan adalah fleksibilitas pilihan kamarnya; Anda bisa memilih tipe 2 kamar tidur yang sangat lapang atau memilih kamar bertema Safari yang didekorasi khusus untuk menghadirkan petualangan imajinatif yang menyenangkan bagi si kecil di dalam kamar.
Menghabiskan libur di Aryaduta Suites Semanggi, bikin happy anak-anak. Hotel recommended untuk staycation, ada playground, kolam renang dan gym. #jalanjalan#staycationjakarta
Daya tarik utama yang membuat hotel ini sangat unik adalah keberadaan waterpark indoor di dalam hotel, sehingga anak-anak bisa bebas bermain air dengan aman tanpa perlu khawatir kepanasan atau kehujanan. Suasana hotel pun terasa sangat ceria berkat dekorasi interiornya yang penuh warna-warni cerah, ditambah lagi tersedianya pilihan kamar connecting yang pas untuk menjaga privasi sekaligus kedekatan keluarga, serta fasilitas laundry room mandiri yang sangat memudahkan para ibu mengurus pakaian kotor selama liburan.
Bagi Anda yang mendambakan sentuhan kemewahan namun tetap ramah anak, hotel bergaya modern di kawasan strategis ini menyajikan area kids corner yang asyik serta fasilitas kolam renang yang tenang dan nyaman untuk bersantai sore. Salah satu momen paling dinanti di sini adalah waktu sarapan, di mana pihak hotel menyajikan hidangan yang tidak hanya lezat untuk orang dewasa, tetapi juga menyediakan banyak pilihan menu favorit yang ramah di lidah anak-anak.
Nikmati pengalaman menginap mewah dan tak terlupakan di Hotel Manhattan Jakarta. Lokasi strategis di pinggir jalan raya memudahkan akses ke berbagai tujuan. Kami hadir dengan fasilitas yang lengkap, memastikan kenyamanan seluruh keluarga. Anak-anak dapat bermain dengan ceria di playground dan menikmati kolam renang, sementara orang tua dapat bersantai dengan fasilitas gym dan spa kami. Jangan lewatkan sarapan yang lezat dan beragam, semua dengan harga yang tetap terjangkau. Hotel Manhattan Jakarta, pilihan terbaik untuk keluarga Anda. #gajianjalanjalanhotel1#staycation#tibatibahealing
Terletak di area Jakarta Timur, hotel ini menjadi pilihan paling cerdas untuk keluarga yang mencari kenyamanan maksimal dengan harga yang cukup terjangkau di kantong. Kelebihannya terbilang sangat lengkap, mulai dari adanya tempat bermain anak, kolam renang, fasilitas gym untuk orang tua, pilihan tipe kamar layaknya apartemen dengan 2 kamar tidur yang luas, hingga lokasinya yang sangat strategis karena dekat dengan Lotte Mart untuk memudahkan Anda membeli camilan atau kebutuhan liburan keluarga.
Santai bersama keluarga masih di Jakarta dengan konsep ruangan Hotel yang seperti apartemen dan dua kamar tidur bisa ajakin keluarga. playgroundnya ada di luar ruangan terawat rapi dan kolam renangnya terbagi dua untuk anak-anak dan dewasa. #funfamilystay#jalanjalan#staycationjakarta
Waktu perjalanan ke Azerbaijan, Georgia dan Turkiye di bulan April tahun 2026 banyak ketidakpastian atas perjalanan. Sehingga aku tidak booking hotel jauh-jauh hari. Bahkan ada yang booking sehari sebelum chek in ke hotel. Walau begitu aku rangkum artikelnya disini ya, supaya pemirsa bisa menilai dan memilih sesuai kebutuhan masing-masing.
Untuk lihat dalam bentuk video, silahkan cek link youtube channelku sebagai berikut:
Untuk teman-teman yang ingin pesan hotelnya, bisa langsung lewat halaman ini. Dan reviewnya per hotel bisa tunggu di web ini. Ada versi videonya yang bisa ditonton di youtube channel saya.
Berikut review singkat mengenai hotel yang aku taruh di atas.
Ini perjalananku di Jepang selama 7 hari. Silahkan dibaca dan ditonton videonya, mungkin bisa memberikan inspirasi dan ide untuk itinerary kamu berikutnya.
Day 1 β Jakarta β Nagoya β Gifu β Takayama Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Nagoya, lalu lanjut naik transportasi darat ke Gifu dan Takayama. Hari pertama memang lebih banyak dihabiskan di jalan, tapi ada satu misi penting yang nggak boleh dilewatkan: langsung menuju terminal bus untuk membeli tiket bus Kamikochi pulang-pergi (return) melalui vending machine. Tiket ini tidak bisa dibeli secara online dan menggunakan sistem first come, first serve, jadi semakin cepat diamankan, semakin tenang perjalanan berikutnya. Setelah semuanya beres, nikmati suasana kota pegunungan Takayama yang tenang dan klasik sebelum beristirahat.
Day 2 β Kamikochi Adventure Pagi-pagi berangkat dari Takayama menuju Hirayu Onsen, lalu lanjut ke Kamikochi dan memulai perjalanan dari Taisho Pond. Mulai hiking sekitar pukul 08.30 dengan pemandangan sungai sebening kristal, pegunungan Alpen Jepang, dan jalur trekking yang ramah untuk semua level. Trek selesai sekitar pukul 14.30. Setelah kembali ke Takayama, masih ada waktu untuk berjalan santai di Takayama Old Town yang penuh bangunan tradisional era Edo. Tutup hari dengan makan malam di Kyoshi sambil menikmati suasana kota kecil yang hangat dan autentik.
Day 3 β Takayama β Shirakawa-go β Kanazawa Pagi hari menuju Shirakawa-go, desa warisan dunia yang terkenal dengan rumah jerami bergaya gassho-zukuri. Nggak perlu buru-buru, cukup menikmati pemandangan ikoniknya, foto-foto, dan tentu saja mencicipi es krim lokal yang terkenal. Setelah itu lanjut naik bus pukul 11.20 menuju Kanazawa. Setibanya di Kanazawa, langsung telepon untuk melakukan reservasi kunjungan ke Ninja Temple dua hari ke depan karena tiketnya cukup terbatas.
Day 4 β Kanazawa dengan Sentuhan Tradisional Hari ini waktunya merasakan suasana Jepang klasik dengan menyewa kimono. Berjalan santai menyusuri taman-taman cantik Kanazawa dan mengunjungi Istana Kanazawa yang megah. Kombinasi arsitektur tradisional, taman yang tertata rapi, dan suasana kota yang tenang bikin pengalaman terasa seperti masuk ke Jepang zaman dulu.
Day 5 β Hidden Side of Kanazawa Mulai pagi dengan menjelajahi Nishi Chaya District yang lebih tenang dibanding kawasan geisha lainnya. Setelah itu menuju Ninja Temple sesuai reservasi. Menariknya, tur di dalam hanya tersedia dalam bahasa Jepang dan durasinya sekitar 45 menit. Meski begitu, bangunan penuh lorong rahasia dan jebakan ini tetap seru untuk dijelajahi. Setelah selesai, lanjut ke Samurai District untuk melihat rumah-rumah samurai yang masih terawat serta taman-taman cantik yang menghadirkan nuansa Jepang klasik.
Day 6 β Kanazawa β Nagoya Berangkat pagi menuju Nagoya menggunakan bus. Setelah tiba, sempatkan membeli One Day Subway Pass agar lebih praktis berkeliling kota. Destinasi pertama adalah Nagoya Castle yang bisa dieksplor hingga sekitar pukul 15.30. Setelah itu lanjut ke Tsutaya Bookstore yang terkenal dengan desain modern dan spot foto estetik. Menjelang sore, menuju kawasan Sakae untuk menikmati suasana kota Nagoya saat senja, lengkap dengan gemerlap lampu kota yang mulai menyala.
Day 7 β Nagoya β Jakarta Hari terakhir di Jepang. Nikmati pagi yang santai di Nagoya sebelum menuju bandara untuk penerbangan kembali ke Jakarta. Tujuh hari yang penuh kombinasi alam, budaya, kota bersejarah, dan pengalaman unik Jepang pun resmi berakhir, meninggalkan banyak cerita yang siap dibawa pulang.
DAY 1: Ujian Kesabaran Lintas Benua (Jakarta – Dubai – Istanbul – Ankara)
Gila, ya, hari pertama ini bener-bener ujian fisik yang luar biasa mantap! Saya berangkat dari Jakarta jam 17.30 dan baru mendarat di Dubai jam 00.30 waktu setempat. Nah, di sini saya harus melakoni transit maut selama 12 jam. Bayangkan, baru keesokan harinya jam 9 pagi waktu Dubai, pesawat terbang lagi menuju Istanbul. Begitu menginjakkan kaki di Istanbul jam 2 siang, saya nggak pakai santai langsung gercep naik bus bandara menuju Terminal Bus Essenler.
Perjuangan belum selesai, dari Essenler saya langsung beli tiket bus malam menuju Ankara. Asli, rasanya rontok semua badan ini, karena saya baru sampai di Ankara jam 1 pagi waktu setempatβyang mana kalau di Jakarta itu sudah jam 6 pagi! Kalau ditotal-total dari pertama kali melangkah keluar rumah sampai tiba di hotel, total waktu perjalanan mencapai 42 jam. Bukan main rasanya, tapi demi petualangan, mari kita jalani dengan senyuman!
DAY 2: Bangun Siang & Menjelajah Sisi Religius Ankara
Setelah puas membayar utang tidur dan memulihkan energi yang terkuras habis, saya baru bangun agak siang. Hari ini agenda santai saja, menikmati suasana Ankara. Destinasi pertama adalah mengunjungi Masjid Kocatepe, masjid terbesar dan salah satu yang paling agung di Ankara. Desainnya luar biasa indah dan bikin adem di hati.
Selesai keliling masjid, perut sudah mulai demo. Saya mampir makan siang menu lokal Tavuk Divanyashi di area sekitar masjidβrasanya maknyus dan pas di lidah. Sore harinya, saya diajak oleh teman saya untuk mengunjungi tempat ibadah komunitas Alevi. Lokasinya unik sekali karena kami harus menanjak naik ke atas bukit. Tapi begitu sampai di atas, lelah langsung terbayar lunas karena kami bisa melihat hamparan kota Ankara dari ketinggian yang sangat estetik.
DAY 3: Sarapan Simit, Keramaian Anitkabir & Atakule Tanpa Naik
Pagi ini saya mencoba menu sarapan lokal yang sangat khas: roti Simit ditemani segelas teh Turki yang hangat. Mantap betul! Destinasi utama hari ini adalah Anitkabir, kompleks makam Mustafa Kemal Ataturk. Kebetulan sekali, saat saya datang lagi ada momen berkumpulnya mahasiswa dari berbagai universitas untuk prosesi kelulusan, jadi suasananya luar biasa ramai dan meriah. Sayang seribu sayang, saya melewatkan momen untuk merekam prosesi pergantian penjaga karena memori penyimpanan kamera saya mendadak penuh. Pelajaran berharga, nih!
Dari Anitkabir, saya mengisi perut di warung lokal terdekat sebelum melanjutkan perjalanan ke Atakule Shopping Mall. Di sini berdiri menara Atakule yang terkenal itu. Berhubung harus hemat anggaran, saya memutuskan tidak naik ke atas menara dan hanya puas foto-foto dari area taman di luar. Untungnya, taman luarnya sangat bagus dan terawat, jadi pas banget buat dapet latar belakang menara Atakule secara gratis dan tetap kelihatan kece.
DCIMCamera01IMG_20250704_153305_00_002.jp
DAY 4: Transit Kilat di Mall & Pindah ke Kota Bursa
Hari ini saatnya berpamitan dengan kota Ankara. Sebelum benar-benar meninggalkan kota ini, saya menyempatkan diri mampir sebentar ke sebuah mall yang lokasinya dekat dengan terminal bus Ankara untuk sekadar cuci mata dan membeli perbekalan ringan.
Perjalanan bus menuju Bursa memakan waktu beberapa jam. Begitu bus merapat di kota Bursa, hari rupanya sudah menjelang malam. Energi saya sudah tersedot di jalan, jadi setelah proses check-in hotel yang super kilat, saya langsung memutuskan untuk langsung tidur demi mengumpulkan tenaga untuk esok hari.
DAY 5: Menjelajah Bursa dengan Trem & Ujian Fisik Menuju Green Mosque
Saatnya eksplor kota Bursa! Hari ini sistem transportasinya seru karena saya memanfaatkan trem lokal untuk menuju ke masjid utama di Bursa. Dari sana, petualangan sesungguhnya dimulai: jalan kaki menuju Green Mosque (Masjid Hijau). Aduh mak, jalannya ternyata lumayan jauh dan rutenya menanjak terus tanpa ampun! Tapi begitu sampai di lokasi, arsitekturnya yang bernuansa hijau pirus bikin langsung takjub. Saya pun puas-puasin ambil foto dan rekam video di sana.
Setelah puas, kami kembali jalan kaki lagi menyusuri kota untuk mencari makan malam. Pilihan jatuh pada kuliner legendaris: Iskender Kebap. Potongan daging tipis disiram mentega cair panas… rasanya luar biasa surgawi! Untungnya untuk jalan pulang ke hotel, kami tinggal naik trem lagi dan turun di halte yang lokasinya dekat sekali dengan hotel tempat menginap. Aman!
DAY 6: Menikmati Bursa dari Ketinggian & Makam Bersejarah
Hari kedua di Bursa diisi dengan menikmati keindahan kota dari sudut pandang yang berbeda. Kami pergi ke area atas untuk melihat pemandangan kota Bursa yang terhampar luas dari ketinggian. Sungguh pemandangan yang menyegarkan mata.
Setelah itu, kami berziarah mengunjungi kompleks makam bersejarah Orhan Gazi, salah satu tokoh pendiri Kekaisaran Ottoman yang sangat dihormati di sini. Sisa hari diisi dengan memutar-mutar jalanan kota berniat mencari toko souvenir lokal untuk buah tangan, tapi entah kenapa hari ini dewi fortuna belum berpihak, kami tidak berhasil menemukannya. Ya sudahlah, tidak apa-apa.
DAY 7: Perjuangan Antara Bus, Ferry, dan Trem Menuju Istanbul
Perjalanan hari ini estafetnya luar biasa menguras keringat. Dari Bursa, kami naik MRT dulu sampai ke stasiun terakhir, lalu menyambung naik bus menuju daerah pelabuhan. Kondisi busnya penuh sesak, untungnya saya dapat tempat duduk, sementara teman saya terpaksa berdiri sepanjang jalan. Setibanya di pelabuhan, ternyata jadwal kapal menuju Istanbul masih agak lama. Akhirnya kami duduk santai menikmati pemandangan pinggir laut yang syahdu sambil mencari makan siang, yang berujung di gerai Burger King karena cari yang pasti-pasti saja.
Pengalaman naik kapal ferry menuju Istanbul ini seru banget, cuma butuh waktu sekitar 1 jam saja mengarungi laut. Tapi begitu sampai di Istanbul, perjuangan sesungguhnya kembali dimulai: kami harus berdesak-desakan naik trem untuk menuju ke lokasi hotel kami di daerah Cemberlitas. Benar-benar perjuangan berat membawa barang bawaan!
DAY 8: Keajaiban Fatih, Masjid Biru, dan Kucing-Kucing Gendut
Memilih hotel di area Fatih adalah keputusan yang super tepat karena eksplor Istanbul jadi mudah banget, cukup dengan modal jalan kaki saja! Destinasi wajib pertama tentu saja langsung menuju Blue Mosque (Masjid Biru) yang kubahnya sangat anggun, kemudian melipir ke seberangnya menuju Hagia Sophia (Aya Sofya) yang sarat akan sejarah luar biasa.
Di sekitar kompleks itu, kami juga menyempatkan diri mengunjungi kompleks pemakaman keluarga raja zaman dulu yang arsitekturnya sangat megah. Dan bonus terbaik hari ini: saya senang sekali karena di sepanjang jalan bisa bertemu dengan banyak sekali kucing jalanan khas Turki yang super lucu, ramah, dan berbadan gendut-gendut menggemaskan! Bikin betah!
DAY 9: Romantisme Galata Tower, Krisis Harga Makanan & Trem Merah Taksim
Hari ini tujuan kami ke Galata Tower. Sebelum ke menara, saya sempat mencoba kuliner lokal berupa nasi yang di atasnya diberi suwiran daging ayamβsederhana tapi enak. Pas sampai di Galata Tower, karena tiket naik ke atas menara mahal sekali, kami memutuskan tidak naik. Kami hanya duduk santai di kafe bawahnya sambil memesan sepotong San Sebastian Cheesecake yang rasanya luar biasa enak. Karena harga makanan di Turki tahun 2025 ini naiknya bukan main alias mahal banget, akhirnya kami beli prinsip hemat: sepiring cheesecake berdua dan satu gelas minuman pun dinikmati berdua. Yang penting kebersamaannya, kan?
Setelah itu, saat jalan kaki kami tidak sengaja menemukan stasiun awal dari trem merah kuno yang sangat terkenal itu. Tanpa pikir panjang, kami langsung naik dengan modal tap Istanbulkart saja. Trem membawa kami menyusuri Istiklal Street yang ramai hingga tiba di stasiun terakhir di Taksim Square, tempat Monumen Republik berdiri megah. Untuk arah pulangnya, kami memanfaatkan MRT menuju ke stasiun trem lagi untuk kembali ke hotel.
Hari ini agenda utamanya adalah mengunjungi Kapali Carsi (Grand Bazaar). Ini surganya tempat belanja ya, penuh sesak dengan toko souvenir, perhiasan emas, karpet, dan pernak-pernik lainnya. Masalah harga? Ya begitu deh, harus pintar-pintar menawar. Saya di sini hanya muter-muter santai sambil merekam video suasana sekitar. Dari sana, perjalanan berlanjut ke Istana Dolmabahce. Sayangnya kami tidak masuk ke dalam karena tiket untuk turis asing luar biasa mahal, hari pun sudah sore, ditambah aturan saat itu yang melarang ambil foto/video di dalam istana.
Hari ini juga jadi momen perpisahan dengan teman seperjalanan saya karena dia harus kembali ke Ankara. Sisa hari saya habiskan dengan mencoba naik ferry sendirian menuju lokasi pertemuan komunitas Couchsurfing Istanbul. Jalan kakinya luar biasa jauh sampai kaki mau copot, tapi pengalamannya seru banget, bisa kenalan dengan teman baru, dan bersyukur saya bisa pulang kembali ke hotel dengan selamat malam harinya.
DAY 11 & 12: Sayonara Turkiye, Kembali ke Rumah Tercinta
Day 11: Waktunya pulang ke Indonesia. Saya check-out dari hotel jam 11 pagi dan langsung meluncur menuju Bandara Istanbul. Kali ini saya terbang menggunakan maskapai IndiGo dengan rute penerbangan yang mengharuskan transit terlebih dahulu di New Delhi, India.
Day 12: Perjalanan panjang berlanjut, saya masih harus transit sekali lagi di Singapura sebelum akhirnya terbang menuju tujuan akhir, Jakarta. Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta jam 10 malam.
Rasa lelahnya luar biasa dari ujung kepala sampai ujung kaki, tapi hati ini rasanya happy dan puas banget! Sampai ketemu lagi di petualangan solo traveling saya berikutnya ya!
Berikut adalah perhitungan dan perbandingan Uang Pertanggungan untuk 3 asuransi jiwa tradisional yang ada di Manulife Indonesia.
Asuransi Term Life
Asuransi Whole Life
Asuransi Endowment
Ketiganya ada dalam produk Manulife Dynamic Life Assurance, untuk plan A, plan B dan plan C.
silahkan tonton sampai habis penjelasannya. Untuk perbandingan UP bisa dilihat di tabel berikut
Pria, Usia 29 tahun, Non smoker. PREMI = Rp 5.000.000 per tahun Bayar 20 tahun, perlindungan 20 tahun.
Term Life
Whole Life
Endowment
Rp 1.8 Milyar
Rp 771 juta
Rp 123 juta
Akhir Kontrak Hangus
Akhir kontrak Premi kembali Rp 100 juta
Akhir Kontrak Uang Pertanggungan cair Rp 123 juta
Disclaimer: Video direkam dan diedit oleh saya pribadi di bulan Agustus 2024. Jika Anda masuk dan lihat di tahun2 berikutnya, kemungkinan ada perubahan premi.
Untuk lihat dan tanya berapa premi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, hubungi saya di jalur pribadi. Email: devidimitra@gmail.com
Menurut Anda Mudahkah mendaftar menjadi klien Asuransi Jiwa?
Jawabannya ada dalam artikel ini..
Mendaftar menjadi klien asuransi jiwa, tidak semudah yang dikatakan orang-orang.
Perusahaan Asuransi Jiwa membeli resiko kehidupan Anda. Kalau Anda baru bayar premi 2 kali, dan meninggal dunia? Menurut Anda, siapa yang rugi? Jadi wajar dong, kalau perusahaan Asuransi Jiwa mengadakan SELEKSI bagi klien yang mendaftar.
Ada 2 Prosedur utama 1. PROSEDUR ADMINISTRATIF 2. PROSEDUR UNDERWRITING (SELEKSI INTERNAL)
PROSEDUR ADMINISTRATIF
Jika Anda ingin mendaftar asuransi jiwa, maka yang harus dilengkapin sebagai berikut: 1. Fotocopy KTP/SIM/PASPOR/AKTE LAHIR 2. Isi Formulir Surat Permintaan Asuransi Jiwa 3. Surat Rekam Medis dari Rumah Sakit (Jika pernah sakit dalam 5 tahun) 4. Bayar Premi 5. Sertakan Bukti pembayaran bersamaan dengan penyerahan Formulir SPAJ.
Dalam Anda mengisi Formulir SPAJ di atas, banyak pertanyaan seputar penyakit yang pernah Anda derita, atau pernahkah Anda masuk rumah sakit, dlsb. Jujurlah dalam menjawab! Kalau tidak menjawab dengan jujur, ketika Anda Klaim dan perusahaan Asuransi Jiwa mengetahui ketidak-jujuran Anda, maka klaim ditolak.
Dilihat dari prosedur administratif, ternyata cukup kompleks ya, isi formulir, dan bayar premi.
Anda bayar premi baru di-SELEKSI oleh Divisi Underwriting.
PROSEDUR UNDERWRITING
Pertama yang harus diperhatikan, Anda dalam keadaan sehat? Kalau merasa sehat wal afiat tidak kurang satu apapun, pasti mudah diterima dengan cepat oleh perusahaan asuransi jiwa.
Kedua, Berapa Uang Pertanggungan yang Anda ingin miliki? Semakin besar Uang Pertanggungan yang dipilih, berarti semakin ketat SELEKSI yang dilakukan oleh perusahaan Asuransi Jiwa.
Anda ingin ikut asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan Rp 50 juta? pasti cepat diterima, tanpa medical test, dan tanpa pertanyaan rumit-rumit dari perusahaan Asuransi.
Yang berikutnya, Faktor USIA Anda juga menjadi titik tolak dalam seleksi Tes Medis.
3 Faktor Utama dalam Seleksi: 1. Usia 2. Uang Pertanggungan 3. Status Kesehatan
Ingat kan, Uang Pertanggungan yang semakin besar, menyebabkan Anda harus MEDICAL TEST. Dan Komponennya tambah banyak sesuai dengan tabel Syarat Pemeriksaan Kesehatan. (Setiap perusahaan mungkin berbeda dalam menentukan tabelnya.)
Contoh: Bapak Dedi yang berusia 45 tahun, Tidak Merokok, Uang Pertanggungan Rp 100juta. Di tabel mengatakan dia harus test URINE dan Interview dengan Dokter.
Contoh2: Bapak Yosi, yang berusia 26 tahun, Merokok Uang Pertanggungan Rp 1 Milyar. Di tabel mengatakan, dia harus Test URINE, Interview dengan Dokter, Test Darah Tipe 1, dan Test Rekam Jantung (ECG).
Padahal pak Yosi lebih muda dari pak Dedi ya? Premi yang dibayarkan oleh pak Yosi lebih sedikit dari pak Dedi, tapi kenapa dia harus di-test lebih banyak?
Jawabannya: Karena dia berminat mengambil asuransi jiwa murni dengan Uang Pertanggungan Rp 1 Milyar. Jika SPAJ-nya diterima oleh perusahaan asuransi jiwa, dan dia meninggal mendadak, padahal baru bayar premi 2 tahun, dapat dipastikan Santunan Kematiannya pasti DIBAYARKAN ke Ahli Waris.
Setelah melampaui analisa dan test oleh divisi Underwriting. Aplikasi yang kita ajukan ke perusahaan asuransi, akan DISETUJUI atau DITOLAK.
DISETUJUI bisa terjadi dua kondisi, yaitu: 1. DISETUJUI dan Terbitlah POLIS 2. DISETUJUI, dengan bayar EKSTRA PREMI, dan Terbitlah POLIS.
EKSTRA PREMI
Sebagian orang merasa takut dengan adanya EKSTRA PREMI.
Halah! jangan takut dooong!
Kalau Anda sudah melampaui divisi underwriting dan keluar EKSTRA PREMI, artinya Anda sudah akan DITERIMA oleh Perusahaan Asuransi.
Sekarang keputusan kembali ke Anda, mau dibayarkah ekstra preminya?
Ada beberapa kondisi dasar yang menyebabkan klien harus membayar ekstra premi.
PERTAMA : Ekstra Premi muncul dikarenakan RESIKO PEKERJAAN. KEDUA : Ekstra Premi muncul dikarenakan Faktor Kecenderungan untuk Sakit.
Saya pernah menghadapi kondisi pertama, yaitu Ekstra Premi muncul karena resiko pekerjaan.
Keputusan ada di tangan klien, dan klien memutuskan untuk bayar Ekstra Premi, dikarenakan Klien ingin dilindungi perusahaan asuransi di tempatnya bekerja, kebetulan Ia bekerja di PERTAMBANGAN, jadi Resikonya cukup tinggi. Apabila klien meninggal pada saat bekerja, maka klaim santunan kematian akan dibayarkan kepada ahli waris.
Bagaimana? sudah menjawabkan Artikel ini untuk pertanyaan Anda?
hemm.. Ada kasus sbb: Anda dapat POLIS dan baru bayar premi, saya rasa Anda salah prosedur. Berarti Agennya terlalu baik hati membayarkan premi untuk Anda dan baru di-seleksi oleh Underwriting.
Kalau saya pribadi. Maaf. Saya hanya melayani secara profesional, kalau memang Anda berminat ikut asuransi Jiwa Manulife, maka standar prosedur harus dilaksanakan dengan baik. Karena kerja yang profesional dan tulus dari hati, menghasilkan hasil kerja yang maksimal. Diterima baik oleh klien dan saya juga dapat pahala karena bekerja dengan baik. π
Pertanyaan: Jika saya keluar dari asuransi term life di tengah masa kontrak,apakah saya terkena pinalti? (klo uangnya hangus saya sudah tau)
Jawaban: tidak ada pinalti, tapi kalau kamu keluarnya sebelum premi tahun ke-2 dibayar, yang kena pinalti saya yang jadi agennya.
bisa berhenti kapan saja, tinggal ke Manulife dan mengembalikan polis asuransi term life Manulife nya .
Pertanyaan: Untuk medical testnya, apakah semua difasilitasi Manulife? Apakah gratis krn tidak dibebankan ke premi asuransi term life saya biaya pribadi ATAU gratis karena semua difasilitasi Manulife?
Jawaban: Gratis tidak dibebankan biaya ke klien. semua difasilitasi oleh Manulife. Bahkan kalau ternyata aplikasi DITOLAK OLEH manulife.
Pertanyaan: Jika saya tidak lolos seleksi asuransi term life Manulife apakah biaya didalam prosedur administratif akan hilang?
Jawaban: kalau Ditolak dalam prosedur seleksi, Premi dikembalikan dalam keadaan utuh.
kalau ternyata DITERIMA oleh Manulife, trus KLIEN berubah pikiran untuk MUNDUR dari Manulife, berarti klien harus bayar biaya administrasi dan biaya medical test yang telah dikeluarkan oleh Manulife.
karena klien masih bisa menolak isi polisnya, dan mengatakan tidak sesuai dengan kata hati.. biasanya terjadi pada polis unit-link.
Pertanyaan: Sejauh mana batasan GUARANTED RENEWABILITY untuk Asuransi Term Life Manulife?
Jawaban: GUARANTEED RENEWABILITY dalam asuransi term life Manulife PRO ACTIVE PLUS, memperbolehkan perpanjangan kontrak otomatis, selama PREMI SELANJUTNYA DIBAYAR. Walaupun pada saat perpanjangan kontrak/ tenor berakhir, klien terkena sakit kritis.
kasus: Mr. A ikut Pro active plus 20, ketika tahun ke 20 Mr A terkena sakit kanker stadium akhir, sehingga tinggal tunggu waktu Meninggal. Ketika Masa Kontrak berakhir, asuransi jiwanya otomatis diperpanjang tanpa medical test. Mr A memutuskan untuk tetap membayar premi asuransi tahun ke-21. Padahal preminya melonjak tinggi
Tahun 1-20 = Rp 2.600.000
Tahun 21-40 = Rp 14.220.000
ketika tahun ke-21, Mr A meninggal, dan klaim 1 milyarnya dibayarkan ke ahli waris.
Pertanyaan: kenapa Preminya PRO ACTIVE PLUS makin besar kalau Tenornya makin panjang.
Jawaban: karena preminya ditahan selama tenor itu, jadi Manulife memperhitungkan potongan harga selama kontrak. Kalau kita hitung PRO ACTIVE bayar selama 10 tahun, dengan PRO ACTIVE PLUS 10, Total preminya jelas lebih kecil yang PRO ACTIVE PLUS 20.
tapi dari premi tahun pertamanya PRO ACTIVE PLUS 20 terlihat amat besar
Pertanyaan: Misal saya polis nya terdaftar tgl 5 agustus, maka perhitungan perlindungan nya mulai dari 5 agustus dan premi dihitung tahunan di hitung mulai 5 agustus kan?
Jawaban:
betul mbak, misalkan kita masuk tgl 1 agustus, berarti tahun depan bayarnya di tgl yang sama.
jangan lupa, ada grace period selama 45 hari, jadi kalau jatuh tempo
tgl 1 agustus, bisa dibayar paling lambat 14 September.
Pertanyaan: Kalau jangka waktu ikut asuransinya 10 thn dulu, apakah UP nya bisa sama (2 M juga). Lalu kalo sesudah 10 tahun saya masih hidup dan ikut lagi ambil 15 thn atau 20 thn, itu bagaimana Mbak?
Krn saya blm menikah, asumsi saya, saya akan tetap ikut asuransi term life Manulife sampai usia anak saya kelak sktr 26 th (usia saya sekarang 32 thn).
Jawaban: Kalau jangka asuransinya 10 tahun, bisa aja. Premi akan tetap sama selama 10 tahun, dan 10 tahun berikutnya preminya berubah. Asyiknya, tidak usah ada medical test dengan UP yang sama, karena perpanjangan dilakukan secara otomatis.
sekarang kalau misalnya, mau ikut yang 10 tahun dan 20 tahun sama-sama melakukan medical test yang sama,
dalam case ini mbak pilih 10 tahun. Setelah 10 tahun, mbak kepingin rubah jadi term yang 15 tahun, bisa dilakukan dengan menutup polis tenor 10, dan mendaftar yang tenor 15 dengan seleksi ulang medical test.
pada tahun ini kalau ikut, di Medical Test dengan hasil bagus, lolos UP 2 Milyar. setelah 10 tahun, kan sebagai manusia tidak bisa memprediksi Kesehatan kita pada tahun ke-10 itu, kalau ternyata Medical test ulang dan hasilnya gak bagus, maka bisa-bisa gak lolos untuk asuransi term life ini.
jadi saran saya, lebih baik ambil dengan matang berapa UP yang dipilih, dan masa pembayarannya.
kalau ternyata sudah mantap dengan UP 2 Milyar, Masa Pembayaran 10 tahun, Artinya 10 tahun kemudian UP tetap sama, hanya Preminya naik.
PRO ACTIVE PLUS UP 2 Milyar
Tenor = 10 tahun
Premi per tahun = Rp 4.180.000
PRO ACTIVE PLUS UP 2 Milyar
Tenor = 20 tahun
Premi per tahun = Rp 5.380.000
tadi, saran pertama saya adalah PRO ACTIVE PLUS UP 2 Milyar – Tenor 20 tahun. Kenapa saya menyarankan ini?
Karena dalam jangka 20 tahun, UP tetap sama dan PREMI TETAP SAMA. Kenaikan premi akan terjadi setelah 20 tahun kemudian. Program term life dengan tenor terpanjang hanya ada di Manulife, di perusahaan lain tenor tertinggi hanya 10 tahun. π
Pertanyaan: Mbak, saya mau tanda tangan tanggal 20 ini, tolong disimulasikan berapa lama proses pendaftarannya.
Jawaban:
PROSES TANDA TANGAN TGL 20 dan PEMBAYARAN DI HARI YANG SAMA
Medical Test bisa dimulai di TGL 21 Sept, nanti bisa pilih di PRODIA Rekanan atau RS Rekanan
Setelah medical test, PRODIA menyelesaikannya dalam waktu 3 hari kerja, trus dikirim ke Manulife
Kalau sudah diterima di Underwriting, tinggal tunggu keputusannya.
JIKA Tidak ada masalah kesehatan, maka STATUS POLIS DITERIMA kurang lebih 3 hari kerja medical diterima
POLIS Digital langsung terbit di hari yang sama.
sekarang kalau di point ke 5, UNDERWRITING masih ragu dengan hasil MEDICAL CHECK, maka akan diperintahkan untuk step selanjutnya
JIKA ADA PERINTAH dari Underwriting untuk medical test tambahan, maka harus ke PRODIA lagi untuk test
Tunggu hasil dari PRODIA selesai, kemudian dikirim lagi 3 hari kemudian
Hasil Medical diterima Underwriting, kemudian diproses lagi.
JIKA tidak ada keraguan di pihak underwriting, maka STATUS POLIS DITERIMA sekitar 3 hari kemudian.
POLIS Digital langsung terbit di hari yang sama.
Saya pernah menangani kasus PRO ACTIVE PLUS Up Rp 250juta, cepet banget keluar polisnya. Dari mulai daftar sampai terbit hanya 3 minggu. π Padahal dia sekalian apply asuransi kesehatan euyβ¦
nah ada lagi klienku PRO ACTIVE PLUS UP Rp 450juta, sejak bulan lalu 11 Agustus 2010 sudah apply, tapi karena dia terlalu jujur waktu wawancara dengan dokter, akhirnya banyak sekali medical test tambahan, dan banyak yang harus dilengkapi.. sampai sekarang tgl 22 september 2010, blum OK status polisnyaβ¦
jadi saya pun tidak bisa menjanjikan kapan selesainya POLIS, karena tergantung dari divisi Underwriting dan wawancara Anda dengan dokternya.. π
PRO ACTIVE PLUS adalah asuransi jiwa jenis term life dari Manulife.
Asuransi Term life Manulife ini sangat cocok bagi teman-teman yang ingin punya asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan yang besar, tapi PREMInya kecil.
Dalam produk asuransi term life Manulife ini tidak ada unsur tabungan, jadi yang terjadi adalah Anda membayar premi untuk menjaga sumber penghasilan Anda, sehingga ketika Anda meninggal dunia, maka klaim Uang Pertanggungan dibayarkan ke ahli waris. Di akhir masa kontrak, Anda TIDAK mendapatkan uang PREMI yang Anda bayarkan.
Sepertinya tidak menguntungkan bukan? memang, di produk ini, yang ditawarkan betul-betul PROTEKSI terhadap diri Anda, dan bukan TABUNGAN. Perusahaan Asuransi juga menanggung resiko yang cukup besar, karena perusahaan asuransi diharuskan membayar sejumlah uang apabila Anda meninggal dunia, dan keluarga tidak harus membayar uang premi sisa masa kontrak.
Asuransi Term life Manulife banyak dibicarakan orang sebagai solusi terbaik keuangan Anda. Karena Anda hanya menyisihkan sebagian kecil dari uang Anda untuk memproteksi penghasilan Anda.
Untuk mengetahui Uang Pertanggungan yang cukup untuk keluarga Anda. Cobalah hitung berdasarkan PENGELUARAN, dan bukan berdasarkan PENGHASILAN Anda.
Misal: Pak Dodi berumur 30tahun, tidak merokok, anaknya, Rita berumur 3tahun. Pengeluaran per bulan keluarga pak Dodi saat ini adalah Rp 10juta per bulan.
masa produktif pak Dodi hingga usia 55 tahun,
masih ada 25 tahun kedepan..
masa pendidikan Rita masih 20 tahun ke depan.
berarti, pak Dodi butuh asuransi jiwanya selama 25 tahun saja, karena setelah 25 tahun lagi, si Rita sudah besar, dah selesai kuliah S1 – pada saat itu dia sudah bisa cari kerja kannnβ¦ jadi kalau (maaf) papanya meninggal, tidak akan ada tanggungan sama sekali, karena mamanya bisa minta ama si Rita euy.. π
dalam jangka waktu 25 tahun ini, pak Dodi bisa ikut asuransi TERM tersebut dengan UP yang memadai.
Untuk mendapatkan UP yang memadai, dengan cara
UANG PENGELUARAN PERBULAN x 12 bulan x 10 = β¦..
kalau pengeluaran 10juta per bulan
Rp 10 juta x 12 x 10 = Rp 1,2 M.
so, UP Asuransi Jiwanya harus Rp 1,2 M dooong
kenapa harus 1,2 M?
karena kalau pak Dodi gak ada, uang 1,2M dideposito-kan, kemudian bunganya bisa dibuat hidup istri dan Rita sejumlah kira-kira Rp 10juta per bulan.
Sekarang kita lihat rangkuman proposal pak Dodi dengan mengambil program PRO ACTIVE PLUS 20, UP 1,2 M.
Premi Per tahun = Rp 3.600.000
Masa Pertanggungan = 20 tahun
Setelah dihitung, Premi yang dibayarkan selama 20 tahun, hanya Rp 3.600.000,- berarti dia hanya menyisihkan Rp 300.000 setiap bulannya, untuk membayar kewajiban premi tersebut. Tidak bisa disebut tabungan, karena bila selama 20 tahun dia sehat wal afiat, dan tidak kurang satu apapun, premi tersebut tidak akan bisa diambil. Tapi kalau terjadi klaim meninggal dunia pada rentang 20 tahun tersebut, maka ahli warisnya langsung dapat Rp 1,2Milyar.
hemm.. kalau mau untung, ya cepat2lah β¦ oups.. engga deng, kita tidak akan menarik keuntungan dari musibah kan, ini uang yang dibayarkan perusahaan asuransi kepada ahli waris, dan jumlahnya tidak sedikit. Dibandingkan premi yang Rp 3,6jt.
Pro Active Plus bisa memilih masa kontraknya, sesuai dengan kebutuhan
5 tahun
10 tahun
15 tahun
20 tahun
Pro Active Plus mempunyai premi yang sedang, dan premi tersebut dijaga agar tetap sama jumlahnya dalam masa kontrak. Setiap masa kontraknya berakhir, premi akan bertambah mahal. Kelebihannya, pada saat masa kontraknya berakhir, Klien tidak diseleksi ulang(medical test), dan otomatis diperpanjang asuransinya, biasanya di dunia asuransi dinamakan klausul GUARANTEED RENEWABILITY.
Kalau Anda ingin punya asuransi jiwa term life, Anda harus ingat ya! Tidak mudah untuk ikut asuransi ini, karena preminya kecil dan UP-nya besar. Maka Manulife akan mengadakan seleksi sebelum Anda diterima jadi klien.
Medical test berdasarkan umur dan Uang Pertanggungan yang dipilih. Biaya medical test tidak dibebankan kepada premi, jadi gratisss.. kalau ternyata ditolak oleh Manulife, Premi dikembalikan utuh ke rekening klien.
Untuk mempelajari tentang PROSEDUR APLIKASI ASURANSI JIWA, tolong baca artikel saya yang lain.
RAIDER atau Asuransi Tambahan
Asuransi Tambahan sering juga disebut RAIDER, nah ada beberapa RAIDER yang bisa ditambahkan sesuai kebutuhan dan kemampuanAnda dalam membayar.
Biasanya Asuransi jiwa murni ini dipasangkan dengan ADDB
Tapi sebelumnya saya ingatkan kembali!
Minimum Premi Di Manulife untuk program asuransi jiwa murni = Rp 4 Juta Per Tahun! Minimum Premi ini belum termasuk RAIDER apa pun.
Jadi Ada yang tanya begini,
“Apakah bisa, saya ingin beli asuransi jiwa term life, ADDB dan Living Protection, dengan budget per tahun = Rp 3juta”
JAWABAN:
“Tidak bisa! – Asuransi PRO ACTIVE PLUS dibeli minimum premi Rp 4 Juta, berarti kalau mau ditambah ADDB dan Living Protection, preminya akan lebih dari 5 juta”
Sekarang kita bahas sedikit tentang ADDB – karena saya tidak menyediakan artikel khusus yang membahas ADDB.
ADDB = asuransi kecelakaan dan cacat tetap
Ketentuan Raider ADDB sebagai berikut
bisa diambil sama dengan UP Dasar, atau paling banyak 2 x UP Dasar.
bisa di-klaim sebesar UP apabila meninggal karena kecelakaan
bisa di-klaim sebesar PERSENTASE UP apabila Cacat Tetap Karena Kecelakaan
fungsinya menambah Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa, tidak mengurangi UP Asuransi Jiwa.
Contoh 1:
Klien punya asuransi jiwa UP Rp 1 Milyar, tapi tidak punya raider ADDB. Tiba-tiba klien meninggal karena kecelakaan, maka Uang Pertanggungan Jiwanya akan diberikan sebesar Rp 1 M.
Contoh 2:
Klien punya asuransi jiwa UP Rp 1 Milyar, dan ADDB UP Rp 1 Milyar. Tiba-tiba klien meninggal karena kecelakaan, maka Uang Pertanggungan Jiwa diberikan Rp 1 M, dan Uang Pertanggungan ADDB diberikan Rp 1 M. Total yang diterima ahli waris = Rp 2 M.
— oke kembali bahas ke PRO ACTIVE PLUS
hemm.. Anda Tertarik?
bisa kok saya coba hitungkan berapa Uang Pertanggungan dan PREMI yang paling cocok untuk Anda. Anda bisa kasih data sbb:
Nama
Tgl Lahir
Merokok/Tidak Merokok
Jenis Kelamin
telpon
email
pengeluaran per bulan
budget untuk asuransi jiwa
Minimum Premi di Manulife Rp 4.000.000 per Tahun. Itu Minimum premi Asuransi Jiwa atau program dasar, blum termasuk asuransi KECELAKAAN, PENYAKIT KRITIS, dan terutama blum termasuk WAIVER OF PREMIUM.
Metode pembayaran premi di Manulife hanya dengan PREMI TAHUNAN atau PREMI SEMESTER. Tidak bisa premi Bulanan ya.
tentunya kembali ke budget Anda, bisa saja Anda ingin punya UP 5 Milyar, tapi gak sanggup bayar? Yang bener ajaaa.. mendingan ambil UP yang masuk diakal dengan premi yang bisa diterima oleh kantong Anda. π
Sebetulnya Artikel ini bisa dinilai blum cukup menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar TERM LIFE. Jangan khawatir, Anda masih penasaran kan? baca Artikel Tanya Jawab TERM LIFE
Eh iya, Anda tanya premi sama saya, ya belinya sama saya dong, mosok belinya sama agen Manulife lain.. tega benerrrrr.. π
ditunggu yah calon klien yang baik. π
cheers,
Devi Dimitra Maksum Manulife Financial Jakarta Gamma Fortuna — term life specialist —
Ada kabar baik untuk teman-teman yang sedang mencari perlindungan jiwa berbasis syariah.
Alhamdulillah, Manulife Indonesia kini memiliki produk Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life) Syariah dengan nama Flexi Amanah.
Produk ini menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mendapatkan perlindungan jiwa sekaligus berpartisipasi dalam konsep tolong-menolong sesuai prinsip syariah.
Pilihan Masa Pertanggungan
Flexi Amanah tersedia dalam dua pilihan masa pertanggungan:
Tenor 5 tahun
Tenor 10 tahun
Seperti halnya asuransi jiwa berjangka pada umumnya, manfaat utama produk ini adalah memberikan Uang Pertanggungan kepada ahli waris apabila peserta meninggal dunia sesuai ketentuan polis.
Karena merupakan produk Term Life, maka tidak terdapat manfaat pengembalian kontribusi apabila masa pertanggungan berakhir dan tidak terjadi klaim.
Bisa Diperpanjang Hingga Usia 110 Tahun
Salah satu fitur yang menarik dari Flexi Amanah adalah adanya perpanjangan otomatis setiap akhir masa pertanggungan, sesuai syarat dan ketentuan polis.
Artinya, peserta tidak perlu menjalani seleksi kesehatan (medical check-up) ulang pada saat memperpanjang perlindungan, selama ketentuan polis tetap dipenuhi.
Premi atau kontribusi akan menyesuaikan usia peserta pada saat memasuki periode pertanggungan berikutnya.
Perlindungan bahkan dapat diperpanjang hingga usia 110 tahun sesuai ketentuan produk.
Seleksi Risiko Tetap Dilakukan
Sebelum polis diterbitkan, setiap pengajuan akan melalui proses seleksi oleh Divisi Underwriting.
Menariknya, pengajuan produk syariah memiliki jalur seleksi tersendiri yang berbeda dari produk konvensional.
Dalam kondisi tertentu, seseorang dapat memiliki perlindungan dari Manulife Indonesia (konvensional) maupun Manulife Indonesia Syariah, tentunya sesuai hasil underwriting dan ketentuan yang berlaku.
Apa Bedanya dengan Asuransi Konvensional?
Pada asuransi syariah, peserta tidak membayar premi seperti konsep asuransi konvensional.
Peserta memberikan kontribusi ke dalam Dana Tabarru’, yaitu dana kebajikan yang digunakan untuk saling membantu sesama peserta apabila terjadi musibah.
Konsep ini didasarkan pada prinsip tolong-menolong (ta’awun) antar peserta.
Pengelolaan dana dilakukan sesuai prinsip syariah dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah, sehingga pelaksanaannya tetap mengikuti ketentuan syariah yang berlaku.
Batas Non-Medical
Sebagai informasi, per tahun 2026, batas pengajuan tanpa pemeriksaan kesehatan (non-medical) untuk peserta berusia 18β40 tahun adalah hingga Rp3,5 miliar, sesuai ketentuan underwriting yang berlaku.
Beberapa Pengecualian
Seperti produk asuransi pada umumnya, terdapat beberapa kondisi yang tidak dijamin, antara lain:
Meninggal dunia karena bunuh diri (sesuai ketentuan polis).
Meninggal dunia saat melakukan tindak pidana atau tindakan kriminal.
Hukuman mati yang dijatuhkan oleh negara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Meninggal dunia akibat tindakan yang termasuk kejahatan asuransi (insurance fraud).
Untuk mengetahui seluruh pengecualian secara lengkap, selalu baca polis dan ilustrasi manfaat sebelum memutuskan menjadi peserta.
Ingin Tahu Berapa Kontribusinya?
Kalau Anda ingin mengetahui estimasi kontribusi sesuai usia, jenis kelamin, dan Uang Pertanggungan yang diinginkan, silakan hubungi saya.
Saya dengan senang hati akan membantu menghitungkan ilustrasi dan menjelaskan produk ini tanpa kewajiban untuk membeli.
Kalau berbicara tentang membangun kekayaan, kebanyakan orang langsung terpikir properti, emas, saham, atau bisnis. Padahal ada satu jenis aset yang sering terlupakan, yaitu paper asset dalam bentuk asuransi jiwa.
Mengapa disebut paper asset? Karena aset ini tidak berbentuk fisik dan manfaat finansialnya baru tercipta ketika terjadi risiko meninggal dunia pada tertanggung. Justru di situlah perannya sangat penting, terutama bagi seorang breadwinner atau pencari nafkah utama dalam keluarga.
Berikut 5 alasan kenapa paper asset layak menjadi bagian dari perencanaan keuangan.
1. Melindungi Aset yang Sudah Susah Payah Dikumpulkan
Saat pencari nafkah meninggal dunia, keluarga sering kali membutuhkan dana tunai dalam waktu cepat. Tanpa perlindungan, aset seperti rumah atau tanah bisa saja terpaksa dijual dengan harga di bawah pasar karena kebutuhan mendesak.
Manfaat asuransi jiwa dapat menjadi sumber dana sehingga aset keluarga tidak perlu buru-buru dilepas.
2. Bisa Membantu Melunasi Utang
Kalau masih ada cicilan rumah, pinjaman usaha, atau kewajiban lainnya, uang pertanggungan dari asuransi jiwa dapat membantu ahli waris melunasinya.
Dengan begitu, keluarga tidak harus menjual aset berharga hanya untuk menutup utang yang ditinggalkan.
3. Lebih Likuid Dibanding Properti
Properti memang termasuk aset bernilai tinggi, tetapi tidak mudah dicairkan. Menjual rumah atau tanah bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan lebih lama jika kondisi pasar sedang lesu.
Sebaliknya, manfaat asuransi jiwa memberikan dana tunai kepada ahli waris sesuai ketentuan polis ketika klaim disetujui, sehingga kebutuhan finansial yang mendesak dapat lebih cepat dipenuhi.
4. Tidak Memiliki Risiko Penyimpanan Fisik
Emas sering menjadi pilihan investasi karena nilainya cenderung bertahan. Namun, emas tetap membutuhkan tempat penyimpanan yang aman dan memiliki risiko kehilangan atau pencurian jika tidak dijaga dengan baik.
Paper asset tidak memiliki bentuk fisik, sehingga tidak perlu brankas atau tempat penyimpanan khusus.
5. Membantu Proses Pewarisan
Dalam beberapa kondisi, ahli waris membutuhkan dana untuk mengurus berbagai biaya administrasi, termasuk biaya pengurusan dokumen, kewajiban perpajakan yang mungkin timbul sesuai aturan yang berlaku, atau proses balik nama aset sebelum aset tersebut dapat dimanfaatkan atau dijual.
Manfaat asuransi jiwa dapat menjadi sumber dana tunai sehingga proses pengelolaan harta warisan menjadi lebih ringan tanpa harus langsung menjual aset keluarga.
Kesimpulan
Punya rumah itu penting. Punya emas juga bagus. Tapi jangan lupa, keluarga juga butuh aset yang langsung siap bekerja ketika kondisi terburuk terjadi.
Paper asset bukan dibuat untuk dinikmati pemiliknya, melainkan sebagai bentuk kasih sayang dan tanggung jawab kepada orang-orang yang ditinggalkan.
Intinya, jangan cuma fokus ngumpulin aset. Pastikan juga asetmu punya “bodyguard”. Karena financial planning yang lengkap bukan cuma soal cuan hari ini, tapi juga memastikan keluarga tetap aman apa pun yang terjadi di masa depan.
Asuransi Penyakit Kritis bukanlah asuransi rawat inap, Uang Pertanggungan akan menjadi nilai tunai atau diberikan ke Pemegang Polis, secara lump sum atau bertahap. Jadi Mudahnya untuk dipahami: Anda akan mendapat uang tunai ketika diagnosa penyakit kritis. Dan daftar penyakit kritis akan tertera dalam polis.
Penyakit kritis ini umumnya adalah penyakit yang serius dan membutuhkan biaya pengobatan yang sangat tinggi, seperti kanker, serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan lain-lain.
Fungsi Utama Asuransi Penyakit Kritis:
Uang Tunai akan diberikan: Ketika Anda didiagnosis mengidap penyakit kritis. Uang tunai tersebut dapat digunakan untuk kehidupan dan biaya pengobatan setelah diagnosa sakit kritis.
Contoh Kasus:
Budi memiliki asuransi penyakit kritis. Tiba-tiba ia didiagnosis mengidap kanker stadium awal. Dengan asuransi ini, Budi dapat melakukan pengobatan yang optimal tanpa perlu khawatir dengan biaya yang mahal. Uang pertanggungan yang diterimanya dapat digunakan untuk membayar biaya rumah sakit, obat-obatan, dan bahkan untuk menjaga kualitas hidupnya selama menjalani pengobatan.
Mengapa Anda Membutuhkan Asuransi Penyakit Kritis?
Biaya pengobatan yang mahal: Penyakit kritis seringkali membutuhkan biaya pengobatan yang sangat tinggi, bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Tidak dapat diprediksi: Siapa pun bisa terkena penyakit kritis, tidak peduli usia atau gaya hidup.
Dampak psikologis: Selain beban finansial, penyakit kritis juga dapat menimbulkan dampak psikologis yang berat bagi penderita dan keluarganya.
Lalu dari tingkat urgensi, mana yang lebih penting? Asuransi penyakit Kritis atau Asuransi Jiwa?
Tak usah pusing, di Manulife, produk MCCP (Manulife Critical Care Protection) mempunyai keduanya. Bisa menjadi Asuransi Jiwa dan Asuransi Penyakit kritis sekaligus dalam 1 produk.
Masa pembayaran pun bisa disesuaikan dengan budget, masa pertanggungan hingga 85 tahun.
Tanyakan ke saya premi untuk usia Anda, dan Anda bisa berkonsultasi mana yang paling cocok dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.